Erabaru.net. Setiap orang memiliki mimpi menjalani hidup pastoral di dalam hati mereka. Kota semakin besar dan semakin maju, semakin ramai, dan semakin padat. Karena itu orang-orang mulai merindukan kebebasan di alam, berjalan di ladang, menikmati udara yang segar. Namun, sangat sedikit orang yang benar-benar untuk kembali ke pedesaan.

Tapi setelah melihat pengalaman pasangan ini, mimpi pastoral memang sangat memungkinkan.

Pasangan muda ini bernama @ Ugly Brother dan @回嘉掌柜. Sebelumnya, mereka berdua bekerja dan tinggal di kota besar menjalani kehidupan yang bahagia dan stabil.

Hanya saja keduanya selalu memimpikan kehidupan pedesaan di hati mereka, sehingga mereka tetap berhenti dari pekerjaan dan menjual rumah yang telah mereka tinggali selama 15 tahun, membawa semua tabungan mereka untuk mencari rumah di pegunungan dan membangun homestay.

Demi menghemat uang, pasangan suami istri ini mulai merancang dan membangun homestay. Meski perjalanannya sulit, homestay mereka selesai dibangun dan dibuka untuk bisnis.

Hanya dalam waktu 1 tahun, seorang pebisnis melihat homestay tersebut sedang turun. Jadi dia memanfaatkan kesempatan itu dan membeli homestay mereka.

Homestay yang dibangun oleh suami istri dengan biaya 2 juta (sekitar Rp 4.5 miliar) dijual seharga 220.000 (sekitar Rp 500 juta).

Impian homestay pun hancur, mereka berdua hanya bisa mengambil sisa dana, kembali ke kota, dan bekerja keras lagi, tetapi mimpi tentang homestay taman masih melekat di hati mereka.

Akhirnya di akhir tahun, pasangan itu berangkat lagi menuju pedesaan Guiyang, menghabiskan 5.000 yuan (sekitar Rp 11 juta) untuk menyewa lahan kecil di pedesaan, kembali ke impian mereka untuk menciptakan rumah taman yang ideal.

Untuk menghemat uang, semuanya mereka lakukan sendiri. Dari pembongkaran dan renovasi, pengecatan dinding, hingga perencanaan dan desain interior, semua dilakukan sendiri.

Perabotan juga mereka buat sendiri, keterampilannya dalam bekerja terlihat sangat mahir dan sangat bertenaga.

Setelah 1 tahun bekerja keras, rumah baru akhirnya berhasil dibangun. Dari rumah pertanian lusuh tanpa apa-apa berubah menjadi vila taman yang indah

Halaman kecil menjadi indah dan retro setelah dibangun kembali, dan ketika membuka pintu, akan terlihat halaman kecil yang terbuka.

Salah satu dari sudut halaman penuh dengan geranium, yang subur, segar dan alami. Di depan adalah bagian dari area tanaman hijau, semua hijau subur dan segar.

Ada juga paviliun di samping, dengan meja dan bangku di tengah, membuat istirahat harian menjadi memuaskan, duduk di sini untuk beristirahat setelah seharian lelah bekerja, dikelilingi oleh tanaman hijau dan bunga, pasti sangat nyaman.

Ruang pertama adalah dapur, dinding hijau tua dipadu dengan perabotan kayu, semua jenis peralatan dapur tertata rapi dan semua terlihat antik.

Ruang kedua adalah ruang tamu, kecil tapi terbuka dan cerah. Perabotan retronya juga menambahkan sentuhan elegan ke seluruh ruang.

Di seberang ruang tamu adalah kamar tidur mereka. Lantai keramik yang rapi dengan perabotan pedesaan membuat seluruh ruang hangat dan romantis.

Area dekat tembok di luar rumah adalah area rekreasi, dindingnya didesain dengan cermat, chic, imut, dan berwarna-warni.

Ada juga kebun sayur besar yang tersembunyi di belakang rumah, di mana Anda bisa menanam sayuran segar di hari kerja, dan keluarga bisa memasak mandiri tanpa harus keluar rumah membeli sayur.

Di sepanjang jalan adalah kawasan untuk berjalan kaki, pintu melengkung yang khas, jalan setapak yang tenang, bunga yang mekar dengan hydrangea, sangat indah.

Setelah renovasi selesai, suami istri membawa anak mereka dan tinggal bersama di rumah baru. Di waktu senggang, mereka akan bermain di taman kecil, atau berbaring di taman bunga sambil berbicara satu sama lain.

Saat teman-teman datang, mereka membuat teh di teko, duduk di halaman, mengobrol dan menikmati pemandangan, sangat merasakan kehidupan yang nyaman.

Meskipun mereka meminum teh kasar dan memakan makanan ringan setiap hari, mereka bebas dan bahagia.

Tiga orang dalam satu kamar, makan tiga kali dan melewati empat musim, mereka perlahan mengubah hidup mereka menjadi indah. Tidak heran beberapa netizen berteriak: Ini adalah kehidupan para dewa dewi!(lidya/yn)

Sumber: funnews61

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular