Erabaru.net. Belum lama ini diketahui adanya temuan varian delta dari India yang menyebar di Kudus, Bangkalan dan Jakarta, akan tetapi penularan varian Delta juga ditemukan di Karawang, Jawa Barat. Tak tanggung-tanggung sudah ditemukan sebanyak 44 varian delta dari identifikasi 61 sampel.

Temuan tersebut disampaikan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai salah satu institusi dalam konsorsium surveilans genom SARS-CoV-2.

Lembaga itu menerima sampel klinis pasien COVID19, termasuk dari Karawang, Jawa Barat dari Balitbangkes (Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan) Kementerian Kesehatan RI untuk dilakukan analisis whole genome sequencing (WGS). 

Untuk diketahui, total sampel COVID19 yang diterima oleh Tim Riset WGS LIPI berjumlah 104 sampel.

“Sementara ini kami baru mengidentifikasi sebanyak 61 sampel dan sisanya masih dalam proses sekuensing dan diharapkan akan selesai dalam beberapa minggu ke depan. Dua jenis variant of concern (VOC) telah berhasil diidentifikasi yaitu B.1617.2 atau varian Delta sebanyak 44 sampel dan B.1.1.7 atau variant Alpha sebanyak 3 sampel,” ujar Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI Anik Budhi Dharmayanthi dikutip dari lamannya.

Identifikasi varian Delta ini menjadi yang pertama ditemukan di Jawa Barat, namun hal tersebut tidak serta merta mengimplikasikan bahwa varian ini baru saja muncul di daerah ini.

“Proporsi kemunculan varian Delta memang cukup besar dari sampel-sampel yang sudah dianalisa genomnya, yaitu sekitar 72% dari 61 sampel. Namun, perlu hati-hati juga menginterpretasikan karena belum tentu sebanyak itu pula proporsi di lapangan terkait varian yang beredar,” terang Anggia Prasetyoputri, Peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI.

Anggia menjelaskan bahwa awal mula kemunculan varian Delta di Jawa Barat belum dapat dipastikan, sehingga diperlukan pemantauan terhadap pasien, penelusuran kontak, dan investigasi kasus lebih mendalam.

Sementara itu, peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI, yang juga merupakan Ketua Tim Riset Whole Genome Sequencing (WGS) LIPI, Sugiyono Saputra menyebutkan varian Delta yang termasuk dalam VOC ini memiliki tingkat infeksi yang cenderung lebih tinggi.

Variant of concern (VOC) merupakan bagian dari variant of interest (VOI) yang melalui penilaian komparatif, mampu menyebabkan peningkatan penularan (transmisi), peningkatan virulensi atau gejala klinis, atau dapat menurunkan efektivitas dalam upaya penanggulangan seperti vaksin dan terapi,” katanya. (LIPI/asr)

Share

Video Popular