Erabaru.net. Di Alaska, ada induk rusa dan anaknya yang kesulitan melintasi jalan raya. Rusa kecil itu terhalang di satu sisi karena tidak bisa melewati pagar pembatas. Tak lama kemudian, seorang pria yang lewat memutuskan untuk membantunya. Namun departemen terkait menghimbau masyarakat untuk tidak meniru perilaku pria ini.

Pada bulan Juni, di dekat Clam Gulch (Semenanjung Kenai) di Alaska, AS, seorang induk rusa dan anaknya bersiap untuk menyeberang jalan, tetapi pagar pembatas jalan terlalu tinggi untuk rusa kecil itu. Setelah mencoba berkali-kali, anak rusa masih tidak berhasil melewati pagar tersebut.

Setelah hampir 30 menit menunggu rusa itu menyebrang jalan, terjadi kemacetan parah di jalur dua arah. Saksi mata mengatakan bahwa kemacetan sudah mencapai 2 km.

Pada saat itu, Joe Tate dan temannya sedang dalam perjalanan pulang setelah memancing dari Ninilchik dan terjebak kemacetan pada jalan yang sama.

Tate mendekat untuk mencari tahu penyebab kemacetan dan menemukan bahwa rusa kecil itu tidak dapat melewati pagar. Dia berkata kepada KTUU setelah itu: “Dia pasti sudah sangat lelah, bayi rusa itu sangat kecil, dan mungkin baru berumur satu setengah minggu.”

Tate berpikir untuk menelepon petugas satwa liar atau penegak hukum, tetapi khawatir akan terjadi kecelakaan sebelum mereka tiba.

Dia dan teman-temannya memikirkan cara untuk membantu rusa kecil tanpa membuat induk rusa khawatir dan menjadi agresif.

Temannya pun mengendarai sebuah trailer untuk menghalangi pandangan ibu dan anak rusa, dan sebuah mobil di jalur yang berlawanan maju ke depan. Kendaraan itu berhasil menghalangi pandangan rusa betina itu.

Pada saat yang sama, Tate melompati pagar pembatas dan mencapai sisi anak rusa.Setelah melihatnya, anak rusa itu berjalan ke arahnya. Tate menangkap anak rusa itu, dan mengangkatnya melewati pagar pembatas, dan dengan lembut meletakkannya di sisi sisi lain jalan. Setelah rusa itu berdiri kokoh, Tate segera pergi dan membiarkan rusa kecil itu berjalan ke ibunya, dan rusa kecil itu bersatu kembali dengan ibunya.

Tate memberi tahu KTUU setelah itu bahwa mereka melakukan ini setelah mempertimbangkannya dengan cermat: “Kami mengamati dan berdiskusi lebih dahulu sebelum melakukannya. Hasilnya bisa menjadi baik namun mungkin juga buruk, saya mengerti dan menyadari itu. Tapi, saya memutuskan untuk berusaha melakukan yang terbaik, dan hasilnya sangat sepadan dengan kemungkinan resikonya.”

Rusa betina sering menunjukkan respon yang hebat saat anaknya berada di dalam bahaya, dan terkadang dapat menyeruduk dengan taringnya hingga membuat orang terluka parah.

Dave Battle, ahli biologi satwa liar di Fish and Game Anchorage Area di Alaska, mengatakan bahwa paparan terhadap hewan liar sangat berisiko dan harus dihindari sebisa mungkin.

Polisi Satwa Liar Alaska, Letnan Chris Jaime, mengatakan penanganan atau “kepemilikan” hewan liar adalah pelanggaran ringan dan akan dihukum. Tapi kali ini mereka tidak berencana untuk menghukum Tate yang membantu rusa kecil itu.

Tetapi departemen ini mengatakan bahwa setiap orang tidak boleh mencoba melakukan hal yang sama. Karena meskipun kali ini berhasil, bukan berarti akan berhasil di lain waktu.

Tate juga mengakui bahwa ia mempunyai firasat bahwa itu akan berakhir buruk, tetapi dia mengatakan dia percaya diri dengan kemampuannya dan dia berhasil.

Rusa Alaska berukuran besar, rusa jantan dapat memiliki tinggi lebih dari 2,1 meter dan berat lebih dari 630 kilogram, dan rusa betina dapat memiliki tinggi 1,8 meter dan berat hingga 470 kilogram. Rusa betina sangat protektif terhadap anaknya.

Situs web Alaska Fish and Game Bureau menunjukkan bahwa ada lebih banyak serangan rusa pada manusia daripada beruang. Selain itu, ada lebih dari 800 kecelakaan mobil yang disebabkan oleh rusa setiap tahun di Alaska.(lidya/yn)

Sumber: epochtimes

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular