Li Yun

Saat ini kota-kota di Tiongkok, Shenzhen, Guangzhou, Foshan, Zhanjiang, Zhuhai, dan Dongguan  mengalami peningkatan epidemi. Sejumlah langkah  seperti “semi penutupan kota” diterapkan secara ketat. Termasuk, mengontrol pergerakan orang-orang dan  perjalanan lalu lintas.

Menurut pengumuman Komisi Kesehatan Guangdong, pada 24:00 waktu setempat pada 20 Juni, provinsi ini hanya memiliki total 2.699 kasus yang dikonfirmasi. Akan tetapi, karena Komunis Tiongkok terbiasa menyembunyikan epidemi, dunia luar meragukan keaslian statistik resmi Komunis Tiongkok.

Menurut berita dari Mekanisme Pencegahan dan Pengendalian Bersama Dewan Negara Komunis Tiongkok, epidemi baru-baru ini di Guangdong, Shenzhen dan tempat-tempat lainnya disebabkan oleh strain mutan Delta. Jika aturan pencegahan epidemi darurat tak dipercepat, epidemi hanya akan menyebar ke seluruh Tiongkok.

Ketika epidemi terus merebak, banyak tempat di Guangdong kembali dilanda hujan lebat. Di antaranya, Observatorium Meteorologi Shenzhen mengeluarkan peringatan hujan badai pada pukul 7:10 waktu setempat pada Selasa (22/6/2021). 

Badan itu mengumumkan, Shenzhen memasuki keadaan  darurat terhadap badai hujan. Selanjutnya, operasional tempat penitipan anak, taman kanak-kanak, dan sekolah dasar dan menengah  ditangguhkan.

Observatorium Meteorologi Shenzhen mengeluarkan peringatan cuaca untuk daerah Distrik Luohu, Distrik Nanshan, Distrik Futian, Distrik Bao’an, Distrik Guangming, Distrik Longhua, Distrik Longgang dan Distrik Pingshan (Kecamatan Biling dan Longtian) dengan curah hujan tinggi.

Sekitar pukul 07:15 waktu setempat pada hari yang sama, Observatorium Meteorologi Shenzhen menerbitkan peringatan  hujan lebat di daerah yang disebutkan di atas.

Saat Shenzhen  memasuki keadaan darurat terhadap hujan badai, unit-unit terkait diminta untuk mengatur staf menunda pekerjaan atau meninggalkan pekerjaan lebih awal hingga berhenti bekerja yang disesuaikan dengan kondisi. Shenzhen langsung menghentikan kegiatan di luar ruangan skala besar, kecuali  industri khusus. 

Guangdong, Fujian, Guangxi, dan provinsi lainnya di Tiongkok mengalami hujan lebat dan hujan badai selama tiga hari berturut-turut.

Hujan secara  tiba-tiba melanda Guangzhou pada 21 Juni. Dari pukul 2 hingga pukul 6 waktu setempat pada tanggal 22 Juni, badai petir menerjang distrik Yuexiu dan Tianhe di Guangzhou, disertai dengan hembusan angin tingkat 6-8 . Ada 65 titik dengan curah hujan melebihi 50 mm di kota. Di antaranya, Jalan Shawan di Distrik Panyu mencatat akumulasi curah hujan terbesar di kota sebesar 98,2 mm.

Observatorium Meteorologi Zhuhai juga mengeluarkan sinyal peringatan level oranye tentang hujan lebat di Zhuhai pada pukul 7:35 waktu setempat pada 22 Juni. 

Pada 10:13 pada hari itu, ada 10 peringatan badai hujan di Guangdong, termasuk 6 peringatan level oranye badai hujan dan 4 peringatan level kuning dari badai hujan. 

Menurut pemantauan meteorologi dan hidrologi setempat pada  21 Juni, bahwa pada  22 Juni, sebanyak 42 kota dan jalanan di seluruh provinsi mencatatkan hujan lebat lebih dari 100 mm, dan 300 kota dan jalanan di kota mencatatkan hujan lebat dari 50 mm hingga 100 mm. 

Dari  21 hingga 24 Juni, terjadi hujan deras  terus menerus di Guangzhou, disertai dengan kilatan petir dan guntur dan petir.  

Menurut perkiraan oleh Observatorium Meteorologi Pusat, suhu tinggi akan berlanjut di Tiongkok Utara, Huanghuai dan tempat-tempat lain. Sedangkan terjadi hujan lebat di Jiangnan selatan dan Tiongkok selatan.

Pada 21 hingga 23 Juni, terjadi curah hujan tinggi di selatan Tiongkok, Yunnan, Guizhou dan Sichuan, sehingga perlu dilakukan pencegahan bencana seperti banjir, genangan air, dan tanah longsor.

Selain itu, selama seminggu terakhir, lebih dari 20 sungai di daratan Tiongkok sudah masuk pada level peringatan super, meliputi Heilongjiang, Mongolia Dalam, Jiangsu, Zhejiang, Chongqing, Sichuan, dan provinsi lainnya.

Baru-baru ini, badan pemeliharaan air Tiongkok menggelar pertemuan dan menyatakan bahwa dikarenakan dampak curah hujan sebelumnya, Daerah Aliran Sungai (DAS) Heilongjiang dan Nenjiang  melampaui tingkat waspada. Rapat tersebut menyatakan, perlu diwaspadai terjadinya banjir di timur laut dan hujan deras di wilayah selatan.

Akibat hujan deras, banjir melanda Tiongkok dalam beberapa hari terakhir. Jebolnya tanggul di Daxinganling, Heilongjiang, pada 19 Juni menyebabkan ada para pekerja yang terjebak.  

Pada  20 Juni, ketinggian air  Sungai Huma di hulu aliran utama dan anak sungainya di Heilongjiang, naik dengan cepat. Ketinggian air di Jembatan Sungai Huma hari itu, naik 1,45 meter dibandingkan pada 19 Juni. Departemen hidrologi setempat memprediksi banjir mencapai puncaknya pada 23 Juni.

Kecuali Provinsi Heilongjiang, pada 19 Juni pukul 7:48 pagi waktu setempat, ketinggian air di Stasiun Hidrologi Qingyang di Sungai Qingtong, Kabupaten Qingyang, Anqing, Provinsi Anqing juga naik secara signifikan mencapai 14,29 meter. (hui)

Share

Video Popular