Erabaru.net. Hati nurani adalah standar untuk berperilaku dan melakukan sesuatu. Hati nurani adalah prinsip sebelum berurusan dengan orang lain. Ada orang yang tidak memiliki apa-apa, namun setiap orang pasti memiliki hati nurani. Orang tidak akan melupakan kebaikanmu, orang juga tidak akan melupakan kejahatanmu.

Setiap orang pasti akan menjadi tua, tidak jarang orang yang mengabaikan keluarganya ketika dia masih muda dan menyesalinya ketika mereka sudah tua. Saat sudah tua dan memiliki kondisi kesehatan yang tidak baik barulah sadar dan menyesalinya. Seperti pria dalam kisah ini yang telah meninggalkan istri dan anaknya.

 

Pada 28 November 2018, Pengadilan Rakyat di Kabupaten Dongkou, Provinsi Hunan, Tiongkok, dipenuhi orang-orang sedang menunggu hasil persidangan akhir. Liu Dishan seorang ayah yang menggugat putranya Liu Zhigang karena hanya memberinya Rp 500 ribu dalam sebulan, tetapi memberi pada seorang pengemis Rp 4,5 Juta.

 

 

Semua orang yang hadir mengatakan bahwa mereka semua berada di pihak putranya, dan berharap bahwa pengadilan akan memberikan keadilan kepada Liu Zhigang!

Ayahnya meninggalkan dirinya dan ibunya ketika dia berusia 7 tahun. Ayahnya telah meninggalkan mereka selama lebih dari 40 tahun. Selama tahun-tahun ini, ibu dan anak itu hidup dalam kesulitan.

Liu Zhigang, dalam persidangan itu sambil menangis mengatakan : “Setelah Ayah meninggalkan kami, ibu yang sakit berbohong kepadaku bahwa Anda telah gugur secara heroik di daerah perbatasan. Meski aku tidak punya ayah sejak kecil, tapi aku selalu bangga padamu!””

Sambil mengeluarkan foto ayahnya, Liu Zhigang barkata: “Ayah, fotomu telah berada di sisiku selama ini, dari awalnya cinta yang besar hingga perlahan berubah menjadi kebencian, saya telah mengalami begitu banyak kesulitan …

“Ibu tetap membesarkan saya dengan usaha keras. Pada saat saya berusia 11 tahun, dia sudah tidak tahan lagi dengan penyakit mentalnya dan pengkhianatan Anda. Dia akhirnya bunuh diri dengan melompat ke sungai larut malam. Sejak saat itu, saya menjadi yatim piatu … “

“Kamu benar-benar tidak pantas mendapatkan panggilan ayah dari saya. Saya menjadi yatim piatu tanpa ayah atau ibu ketika saya berusia 11 tahun. Namun, saya benar-benar berterima kasih kepada paman Lin ! Tanpa paman Lin, saya pasti tidak akan bisa hidup hari ini …”

Liu Zhigang meletakkan foto itu di depan ayahnya, dan menoleh ke pengemis Lin Bowen yang mengenakan jaket militer dan berkata,: “Paman Lin, terima kasih telah merawat dan mengasuh saya selama bertahun-tahun. engkau adalah ayah yang terlahir kembali! Putra Anda meninggal, dan istri Anda meninggalkan Anda, tetapi Anda tidak pernah menyerah untuk tetap merawat saya dan tetap menjadi sosok ayah yang paling mulia dan baik hati !”

“Saya tahu bahwa Anda tidak mau membebani saya ketika Anda tua. Anda lebih suka untuk menopang pada kaki Anda sendiri, tetapi yakinlah bahwa saya akan selalu menjaga Anda. Anda sudah menjaga saya dari dulu dan sekarang saya akan menghidupi Anda. Janji saya untuk memberikan Anda Rp 4,5 juta sebulan tidak akan berubah. Tolong berhenti menolak pemberian dari saya. Anda pantas mendapatkannya! “

Pengadilan pun akhirnya menolak gugatan Liu Dishan, berpikir bahwa tindakan putranya Liu Zhigang sepenuhnya benar!

Seorang ayah tidak memenuhi tanggung jawabnya, meninggalkan istri dan putranya ketika dia masih kecil, dan berharap mendapatkan uang dari putranya ketika dia sudah tua adalah sangat tidak pantas.

Lima ratus ribu per bulan adalah adalah angka yang masuk akal mengingat semua perbuatan ayahnya. Namun ayahnya tetap membenci Liu Zhigang karena dia memberikan lebih banyak uang kepada Liu Bowen. (lidya/yn)

Sumber: funtoday

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular