Erabaru net. “Jika saya pergi, apa yang akan terjadi dengan anak-anak dan istri saya…,” kata A Hao, seorang ayah yang telah 10 tahun berjuang selama melawan kanker. Dia diberitahu oleh dokter bahwa kanker mulutnya sudah mencapai stadium 4.

Dia harus menghidupi keluarganya dengan tiga anaknya yang masih kecil. Seluruh keluarga bergantung padanya. Dia berkata pada dirinya sendiri,: “Saya tidak boleh pergi!”

Menurut “Berita Sanli”, A Hao tidak dapat bekerja dengan stabil karena sakit. Dia hanya mengandalkan pekerjaannya di lokasi konstruksi. Dia mengambil hampir semua pekerjaan dan tidak pernah melepaskan setiap peluang.

Dia teringat saat dia berusia 40 tahun, di mana dia sedang berada di masa jayanya, dan dengan sekarang ini yang didiagnosa sakit parah, dia mengatakan,: “Mendengar berita bahwa saya menderita penyakit parah adalah rasa yang tak dapat dikatakan …”

Tapi dia masih mengenakan senyum terbaik dalam hidupnya. Dia menjalani pengobatan dan pengobatannya sangat membuatnya menderita, dia tetap berusaha sebaik mungkin agar dapat tetap merawat anak-anaknya

Tidak peduli seberapa larut A Hao pulang kerja, dia pasti akan mengajak anak-anaknya untuk mengobrol setelah ia sampai rumah.

Tidak seperti ayah lain yang hanya memeluk anaknya, A Hao sering mengatakan kepada mereka “Aku mencintaimu!”

Dia mengakui bahwa ini adalah satu-satunya hal yang bisa dia lakukan.

“Saya tidak dapat memutar waktu dan saya juga tidak tahu berapa lama lagi saya bisa hidup. oleh karena itu, jika saya tiba-tiba pergi. anak-anak harus tahu betapa saya sangat mencintai mereka,“ katanya.

Putra sulung yang duduk di bangku sekolah menengah pertama telah mendapatkan beasiswa Sunshine Foundation selama tiga tahun berturut-turut.

Tahun lalu, sebelum batas akhir pendaftaran, A Hao secara tidak sengaja jatuh di lokasi konstruksi. Dia segera mengantarkan dokumen tersebut pada batas akhir. Pada upacara penghargaan, A Hao yang masih mengenakan pakaian konstruksi dan tidak sempat mengganti pakaian.

Dia mendengarkan putranya yang berada di atas panggung menerima penghargaan, dan putranya juga memberikan pidato menyentuh yang mengatakan: “Ayah selalu peduli dengan kita meskipun dia kurus dan lelah. Ayah adalah pahlawanku! Saat aku besar nanti, aku ingin menjadi seperti dia.”

Namun, karena kondisi fisiknya, Ah Hao untuk sementara tidak dapat bekerja. Pekerja sosial juga sangat mengkhawatirkan kondisi A Hao.

Melalui ceritanya, dia juga meminta orang-orang yang baik hati untuk mengirimkan bantuan selama epidemi, mendukung Sunshine Foundation, agar dapat menerima lebih banyak bantuan.

Banyak netizen juga menyumbangkan uang untuk membantu A Hao, dan meninggalkan pesan untuk menyemangati: “Dia benar-benar ayah baja!”, “Terima kasih atas kerja kerasmu, ayo tetap berjuang.” (lidya/yn)

Sumber: starnews19

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular