Erabaru.net. Di dunia ini, ada orang baik dan ada orang berpura-pura baik. Seseorang yang suka berpura-pura baik, ingin dipuji baik, dan dengan berbuat baik di depan orang, ingin orang lain tahu bahwa dia telah melakukan perbuatan baik.

Seseorang yang jujur dan baik, terlihat sangat rendah hati, selalu melakukan perbuatan baik tanpa meninggalkan nama, dan tidak membutuhkan balasan apapun

Beberapa waktu yang lalu, lebih dari 50 orang menanggapi aksi amal di Yunlin, Taiwan. Mereka menanggapi surat seorang anak laki-laki kelas lima di sekolah dasar untuk mewujudkan mimpinya, merenovasi rumah seng tempat dia dan neneknya tinggal.

Menurut laporan “ETtoday”, kisah ini terjadi di Desa Xiding, Xixiang,Yunlin pada November lalu. Seorang relawan, Ye Meng Zhen, penggagas kegiatan amal pada saat itu, mengatakan bahwa banyak masyarakat yang hidup dalam kesusahan.

Banyak pekerja keras keluarga yang berjuang untuk hidup dan sangat sedikit orang yang mengetahui kesusahan mereka. Jadi anak laki-laki ini berinisiatif menulis surat untuk meminta bantuan.

Ye Neng Zhen mengatakan bahwa ayah bocah lelaki itu sedang menjalani hukuman dan ibunya yang berasal dari Indonesia setelah melahirkannya pulang ke negaranya.

Di usia muda, dia harus hidup tanpa orangtua di sisinya. Dia harus hidup dengan bibinya yang menderita masalah mental. Hal terburuknya adalah keluarga itu harus bergantung pada nenek yang mencari nafkah dengan menjahit pakaian.

Dalam beberapa tahun terakhir, karena nenek sudah terlalu tua dan tidak kuat lagi untuk bekerja, mereka telah jatuh ke dalam situasi yang menyedihkan di mana dia harus bergantung sepenuhnya pada subsidi pemerintah.

Untungnya, anak laki-laki yang bijaksana ini tidak ingin nenek dan bibinya terus menderita, jadi dia berinisiatif untuk menulis surat ke unit kesejahteraan sosial untuk meminta bantuan. Berharap menemukan orang yang baik hati untuk membantu dan memperbaiki masalah rumahnya yang sudah bobrok dan bocor. Dia khawatir atap rumah yang terbuat dari seng akan roboh dan membahayakan nyawa neneknya.

Ye Nengzhen segera menghubungi para sukarelawan di Internet begitu dia menerima surat ini. Dia juga menerima tanggapan dari 58 orang sukarelawan yang baik hati.

Pagi-pagi sekali, dia pergi ke rumah anak itu untuk membangun kembali rumah yang bobrok itu. Mereka juga menerima bantuan material sebesar 110.000 yuan (sekitar Rp 245 juta) yang diberikan oleh orang-orang baik hati dari komunitas Taixi.

Akhirnya, dengan kerjasama semua relawan yang antusias, rumah anak laki-laki itu selesai direnovasi pada pukul 6 sore.

Tidak hanya direnovasi total, tetapi juga ditambahkan toilet, sehingga mereka memiliki sanitasi dan kehidupan yang lebih baik.

Melihat kebaikan dari orang-orang ini, nenek bocah itu secara pribadi berterima kasih kepada para sukarelawan di tempat, dan berkata : “Saya benar-benar berterima kasih kepada semua orang untuk datang sejauh ini!”

Meskipun para relawan bekerja keras selama lebih dari 10 jam dari pagi hingga malam, mereka merasa bahagia setelah melihat nenek tersenyum dan mengatakan bahwa kebahagiaan nenek sangat berharga.

Setelah perbaikan selesai, ada dana yang tersisa 13.000 yuan (sekitar Rp 29 juta) dan semua uang itu akan disumbangkan ke keluarga anak itu untuk digunakan sebagai biaya hidup!

Bocah itu juga tidak lupa untuk berterima kasih kepada semua pekerja atas bantuan mereka membangun rumahnya, mengatakan bahwa saat dia dewasa kelak, dia juga akan bergabung dengan relawan, untuk membantu orang lain yang membutuhkan, menularkan semangat kebaikan di negeri Taiwan.(lidya/yn)

Sumber: haowenshare

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular