NTD

Virus Delta Plus yang merupakan mutasi dari virus varian Delta telah muncul dan menyebar ke 8 negara bagian di India, menginfeksi puluhan  warga setempat.

Palki Sharma, pembawa acara TV WION India mengatakan : “Saat ini dunia sedang bekerja keras untuk mengendalikan varian virus Delta yang telah menyebar ke lebih dari 80 negara. Namun pada saat yang sama, varian Delta ini sedang mengalami mutasi, yang disebut Delta Plus”.

Media India, New Delhi Television (NDTV) melaporkan pada (23/6/2021) bahwa sekitar 40 kasus yang dikonfirmasi dari virus varian Delta Plus telah ditemukan di setidaknya 8 negara bagian di India. Di antaranya, 21 kasus terjadi di Maharashtra, negara bagian terkaya di bagian barat India.

Wartawan media India New Delhi TV, Sukirti Dwivedi mengatakan : “Pernyataan mereka juga menyebutkan bahwa dari data yang ada pada saat ini terlihat bahwa daya penularan dari virus varian Delta Plus menunjukkan peningkatan, dan kemampuannya untuk mengikat reseptor pada sel paru-paru manusia juga lebih kuat”.

New Delhi TV mengutip laporan dari Laboratorium di bawah Konsorsium Genetika SARS-CoV-2 India (Indian SARS-CoV-2 Genetics Consortium. INSACOG) memberitakan bahwa, varian Delta Plus memiliki daya transmisi yang lebih kuat, kemampuan yang lebih kuat untuk mengikat reseptor pada sel paru-paru, dan dapat mengurangi respons antibodi individu.

Saat ini termasuk India, sudah ada 10 negara yang terjangkit virus varian Delta Plus, 9 negara lainnya adalah Nepal, Tiongkok, Rusia, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Portugal, Swiss, dan Polandia. Secara total ada sekitar 200 kasus dikonfirmasi terinfeksi virus varian Delta Plus.

Kepala Ahli Pencegahan Epidemi Gedung Putih AS Anthony Fauci pada 22 Juni mengatakan : “Proporsi kasus baru terinfeksi varian Delta di Amerika Serikat telah meningkat dari 9,9% menjadi 20,6% pada beberapa hari yang lalu”.

Anthony Fauci mengatakan dalam konferensi pers pada 22 Juni, bahwa virus varian Delta saat ini menyumbang 20% ​​dari kasus baru di Amerika Serikat. Dalam sebuah wawancara dengan media, dia menunjukkan bahwa strain mutan Delta adalah ancaman terbesar bagi pemberantasan epidemi di Amerika Serikat. (sin)

Share

Video Popular