Erabaru.net. Ketika anak kecil minta disuapi oleh orangtuanya, dan dibujuk orangtuanya untuk pergi tidur, ini semua hal yang lumrah. Namun, bagaimana jika anak tersebut sudah dewasa dan sudah kumisan, namun masih melakukan rutinitas tersebut ?

Kebanyakan pria berusia 30-an memiliki karir dan keluarga mereka sendiri, dan mereka sudah memikul tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Tapi ada seorang pria yang berusia 33 tahun dan dia adalah bayi raksasa. Meskipun dia tidak memiliki cacat intelektual, perilakunya seperti anak berusia satu tahun, dan dia membutuhkan perawatan orangtuanya dalam segala hal.

Dilaporkan bahwa pria ini masih memakai popok dan bahkan tidak bisa pergi ke toilet sendiri. Dia juga harus bergantung pada orangtuanya untuk menyuapinya makan, jika tidak dia tidak akan makan, bahkan dia akan menangis layaknya seorang bayi !

Saat malam hari, ibunya harus menyuruhnya tidur dengan membujuknya seperti dengan menimang bayi. Jika ibu tidak menimangnya, dia tidak akan tidur.

 

Saat orangtuanya melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya, dia akan menangis, dan menangis seperti anak kecil sampai orang tua mengakui kesalahan mereka.

Dia melakukan apa yang dia inginkan. Untuk merawat pria ini, orangtuanya tidak bisa pergi bekerja selama sisa hidup mereka.

Mereka hanya merawat bayi raksasa itu setiap hari, mengkhawatirkan makanannya, pakaiannya, tempat tinggalnya. Pria itu juga sangat senang saat bermain dengan Lego.

Karena orangtuanya tidak bisa bekerja, semua kebutuhan keluarga itu harus ditanggung oleh adik perempuan ‘bayi raksasa’ itu.

wajar jika orangtua mencintai anak-anaknya, tetapi mereka tidak boleh membiarkan anak-anak mereka menjadi ‘bayi raksasa’. Lantas, apa yang bisa dilakukan orangtua untuk menghindari anaknya menjadi ‘bayi raksasa’?

1. Tidak memanjakan

Orangtua selalu merasa anaknya terlalu kecil dan selalu mengkhawatirkan merek, sehingga selalu membantu anaknya melakukan segala sesuatu. Ini akan membuat anak kehilangan kesempatan untuk belajar mandiri. Mereka bahkan tidak memiliki kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri. Kebiasaan seperti itu hanya akan membuat anak itu menjadi bayi raksasa.

2. Membiarkan anak untuk melakukan segala hal sendiri saat tumbuh dewasa

Orangtua perlu belajar membiarkan anaknya, tidak mengekang anak secara berlebihan, dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat mandiri. Disa dimulai dari hal kecil seperti mencuci pakaian dan membereskan kamar dan yang secara bertahap akan meningkatkan kemandirian anak.

Biarkan mereka terbiasa melakukan hal-hal sendiri, hal tersebut memungkinkan anak untuk belajar lebih banyak, dan pada saat yang sama membuat anak lebih mandiri. Jadi melepaskan adalah jenis cinta lain yang dimiliki orangtua untuk anak-anaknya.

3. Didik dengan memberi contoh

Orangtua harus mendidik anak dengan baik dan menjadi panutan bagi anak-anaknya dalam kehidupan. Orangtua harus memberi contoh yang baik di depan anak-anaknya. Ketika anak melihat orangtuanya melakukan sesuatu, mereka juga akan belajar dari orangtuanya. Lambat laun mereka juga akan bersikap seperti apa yang dilakukan oleh orangtua.

4. Lebih banyak mendorong dan mendukung

Terkadang anak ingin melakukan sesuatu sendiri, tetapi orangtua selalu merasa hal tersebut berbahaya sehingga tidak mendukung anaknya untuk melakukannya sendiri.

Ada juga beberapa anak yang berpikir untuk menyerah ketika mereka tidak melakukan sesuatu dengan baik, dan orangtuanya juga tidak peduli, lama-lama anak-anak tidak lagi memiliki semangat untuk melakukan sesuatu.

Pendekatan yang tepat adalah dengan memberikan lebih banyak dorongan dan dukungan kepada anak-anak untuk membuat mereka lebih berani, bahkan jika mereka gagal. Dorongan dari orangtuanya dapat memberi mereka lebih banyak motivasi dan membuat anak-anak lebih aktif dalam melakukan sesuatu.(lidya/yn)

Sumber: nnewsr

Video Rekomendasi:

Share
Kategori: ANAK-ANAK PARENTING

Video Popular