Erabaru.net. Seorang remaja anggota pramuka di Amerika tidak ragu-ragu untuk menyelamatkan pengemudi wanita yang terjebak dari mobilnya yang berasap, menyelamatkannya dari ditelan api beberapa detik kemudian. Baru-baru ini, pemuda ini memenangkan Boy Scouts of America Heroism Award.

Mychael VanAllsburg, seorang anggota Eagle Scout ( Adalah peringkat tertinggi yang diberikan dalam program Kepramukaan Laki-Laki Amerika), suatu hari di bulan Juli 2018, dia menjumpai kecelakaan mobil, dan dia berhasil menyelamatkan nyawa seorang wanita hari itu.

 

Setelah 3 tahun berlalu, VanAllsburg, yang sekarang berusia 19 tahun, adalah salah satu dari tiga orang yang memenangkan Boy Scouts of America Heroism Award. Penghargaan kepahlawanan itu diberikan pada 5 Juni lalu.

Penghargaan kepahlawanan diberikan kepada mereka yang menunjukkan tindakan yang berkaitan dengan menyelamatkan hidup dengan “risiko pribadi minimal”.

Penghargaan itu diberikan atas tindakan VanAllsburg pada bulan Juli 2018 itu, yang mana momen tersebut masih teringat jelas di benaknya.

Setelah berhasil menarik wanita itu keluar dari mobilnya, VanAllsburg mengatakan dia melihat mobil itu dengan cepat dilalap api di bagian dalam. VanAllsburg juga mengatakan bahwa dia masih mengingat hawa panas dari mobil tersebut.

VanAllsburg, yang terinspirasi oleh pamannya yang juga adalah seorang anggota pramuka Eagle Scout mengatakan, bahwa sebagian besar kemampuannya untuk bertindak hari itu berkat apa yang telah dia pelajari di Boy Scouts.

“Anda harus bisa berpikir tenang saat hendak menyelesaikan sesuatu,” katanya. “Seperti yang dikatakan salah satu pembina pramuka saya, ‘Kamu harus bisa berpikir jernih, memahami pikiranmu dan bisa membedakan antara pikiran yang timbul secara rasional dan pikiran yang timbul karena kepanikan’.”

Insiden penyelamatan tersebut pada Juli 2018, ketika dia mendengar suara tabrakan antara dua mobil tidak jauh dari tempat dia bekerja di dekat persimpangan East Apple Avenue dan South Maple Island Road.

Saat itu dia melihat sebuah truk pickup yang berhenti di depan gedung dan sedan yang jauh lebih kecil yang menjadi korban kecelakaan itu.

Saat dia Melihat pengemudi truk segera turun dari kendaraan mereka, VanAllsburg berlari ke jendela samping pengemudi sedan.

Dia ingat melihat seorang wanita berambut pirang berusia 30-an yang sangat panik, wanita tersebut mencoba membuka pintu mobil dan tidak ada satupun yang terbuka. Kemudian, segumpal asap mulai menyembur dari bawah kap mesin.

“Saya berhasil menyelipkan tangan saya di bagian atas pintu mobil, di antara pintu dan saya menariknya, saya menariknya dengan sangat, sangat keras, mencoba untuk menekuknya, ” ujarnya.

Pada saat itu, rekan kerja VanAllsburg tiba di tempat kejadian dan membantunya perlahan-lahan menekuk pintu logam tersebut untuk membuat jalan keluar.

Dia naik ke atas mobil untuk mendorongnya lebih jauh, dan saat itulah dia melihat api datang dari bagian mesin.

VanAllsburg mengatakan dia berusaha mengulurkan tangan ke dalam mobil dan berhasil meraih wanita itu.

“Dia langsung meraih lenganku,” katanya. “Dan saya tidak akan pernah melupakan bagian ini: dia mencengkeram saya sepanjang waktu dan seolah-olah dia berkata seperti, ‘Kamu harus mengeluarkan saya dari sini.'”

Dia mengambil waktu sejenak untuk menilai situasi, seperti yang telah diajarkan di Pramuka. Dia menekan tuas untuk menaikkan kemudi, membuka sabuk pengamannya dan bekerja sama dengan rekan kerjanya untuk mengangkatnya keluar dari kendaraan dan berjalan menuju ke tepi jalan.

“Kami menariknya keluar dari mobil, dan mengeluarkannya dari mobil dan tidak sampai dua detik kemudian, bagian dalam mobil langsung terbakar,” kata VanAllsburg.

Meskipun terpilih untuk Penghargaan Kepahlawanan, VanAllsburg mengatakan dia tidak menganggap dirinya seorang pahlawan. Dia hanya melakukan hal yang benar, katanya.

 

Jika itu adalah pacar, saudara perempuan, atau ibunya yang berada di dalam mobil, dia juga berharap orang lain akan maju dan menyelamatkan mereka juga, ujarnya.

 

“Saya ingin seseorang, untuk terjun dan bertindak tanpa mengkhawatirkan konsekuensinya bagi diri mereka sendiri,” kata VanAllsburg. “Saya pikir saya telah memainkan peran yang sangat besar bagi saya, saya mempertimbangkan apakah saya harus menyelamatkannya atau tidak. Bukan hanya itu saja, saya juga tidak memikirkan apakah wanita itu adalah seseorang yang saya cintai atau tidak namun yang saya tahu adalah, ada orang diluar sana yang mencintai dan peduli dengan wanita itu.” (lidya/yn)

Sumber: epochtimes

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular