Luo Tingting

Media “Apple Daily” di Hong Kong terpaksa menangguhkan penerbitannya pada Kamis (24/6/2021) di bawah tekanan Komunis Tiongkok. Sejumlah negara di dunia seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa mengutuk Komunis Tiongkok karena melumpuhkan kebebasan pers dan berbicara di Hong Kong

Menanggapi pemberedelan terhadap media pro demokrasi di Hong Kong, Konsulat Jenderal AS di Hong Kong dan Makau menyatakan di media sosial resminya, bahwa Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia memastikan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berekspresi, termasuk semua jurnalis atau anggota media. Jaringan yang bebas dan terbuka sebagai merupakan faktor penting bagi kebebasan pers.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab menegaskan penangguhan paksa oleh pemerintah Hong Kong atas pengoperasian “Apple Daily”, sebagai pukulan mengerikan bagi kebebasan berbicara di Hong Kong.

Dia mengatakan bahwa, kekuasaan yang diberikan kepada pemerintah Hong Kong oleh Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong, digunakan sebagai alat untuk membatasi kebebasan dan menghukum perbedaan pendapat, daripada menjaga ketertiban umum. Dia mendesak pemerintah Komunis Tiongkok untuk mematuhi “Pernyataan Bersama Tiongkok-Inggris” untuk melindungi kebebasan pers dan berbicara.

Pada malam tanggal 23 Juni, orang-orang Hong Kong mengucapkan selamat tinggal kepada Apple di luar gedung Apple Daily. (Anthony Kwan/Getty Images)

Uni Eropa mengatakan bahwa insiden itu dengan jelas menunjukkan bahwa, penerapan Beijing atas Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong, digunakan untuk melumpuhkan kebebasan pers dan Kebebasan berbicara dan pluralisme media sangat penting untuk setiap masyarakat yang terbuka dan bebas. Sekaligus bertentangan dengan aspirasi Hong Kong sebagai pusat bisnis internasional.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan, bahwa penangguhan “Apple Daily” merupakan pukulan berat bagi kebebasan pers Hong Kong.

Anggota parlemen AS dari kedua partai juga mengutuk penindasan Beijing terhadap “Apple Daily” pada  24 Juni dikarenakan menghambat kebebasan pers dan berbicara.

Ketua Komite Urusan Luar Negeri Senat Demokrat AS, Bob Menendez mentweet pada 24 Juni bahwa “Apple Daily” ditutup adalah pukulan lain bagi demokrasi Hong Kong. Ini adalah hari  menyedihkan bagi kebebasan pers, dan  akan membiarkan Anda mempertaruhkan segalanya. Risikonya, hanya sakit hati untuk para jurnalis pemberani yang memburu kebenaran dan transparansi informasi.

Pada malam tanggal 23 Juni, orang-orang Hong Kong mengucapkan selamat tinggal kepada Apple di luar gedung Apple Daily. (ANTHONY WALLACE/AFP via Getty Images)

Menendez mengatakan, media yang bebas dan berkembang tidak akan pernah menjadi musuh rakyat. Akan tetapi, fondasi demokrasi dan kekuatan penting yang memeriksa dan menyeimbangkan pelanggaran pemerintah, yang sangat penting bagi pertumbuhan sosial.

Dia menyerukan: “Ketika Tiongkok (Partai Komunis) sedang mencoba untuk menghilangkan hak-hak dasar Hong Kong, kita harus dengan tegas membela dan mendukung mereka yang memiliki keberanian untuk mengungkap kebenaran.”

Urusan Luar Negeri Senat Republik Jim Risch juga mentweet meratapi hilangnya Apple Daily. Dia mengatakan bahwa, Komunis Tiongkok berhasil menghentikan kebebasan berbicara di Hong Kong.

Senator Republik lainnya. Marco Rubio menyatakan bahwa “Apple Daily” pernah menjadi simbol kebebasan yang memesona. Karena terpaksa mematikannya, Hong Kong terjerumus ke zaman kegelapan, dan tidak ada sedikitpun kebebasan yang tersisa.”

Pernyataan itu mengatakan, “Sebuah kota yang dikendalikan oleh Komunis Tiongkok, tidak memiliki aturan hukum maupun perlindungan hak asasi manusia, dan tidak dapat berfungsi sebagai pusat keuangan internasional.”

Senator Republik AS lainnya, Pat Toomey meminta Departemen Keuangan AS untuk menggunakan “Undang-Undang Otonomi Hong Kong” yang mulai berlaku pada 14 Juli tahun lalu. Tak lain, untuk memberikan sanksi kepada para pemimpin Komunis Tiongkok yang mempermalukan kebebasan dan demokrasi.

“Apple Daily” digerebek oleh polisi Hong Kong pada 17 Juni, menggeledah gedung dan menangkap 5 eksekutif. Aset 3 perusahaan termasuk “Apple Daily”, Apple Printing dan Apple Internet dibekukan senilai 18 juta dolar Hong Kong. Layanan perbankan juga dilarang yang memangkas dana operasional “Apple Daily”. Pada  23 Juni, polisi kembali menangkap editor redaksi Apple Daily yang terkenal.

Dewan direksi “Apple Daily” terpaksa menangguhkan penerbitan pada  23 Juni. Pada malam itu, sejumlah besar orang Hong Kong datang ke luar gedung Apple untuk mengucapkan selamat tinggal kepada karyawan Apple dengan berlinang air mata. (hui)

 

 

Share

Video Popular