Erabaru.net. Dengan pesatnya perkembangan masyarakat kontemporer, komunikasi dan ketergantungan antar sesama telah berkurang drastis. Namun, kesadaran diri bukan berarti mementingkan diri sendiri, kemandirian bukan berarti tidak harus memikul tanggung jawab yang semestinya.

Psikolog Amerika terkenal Erich Fromm pernah mengatakan: “Tanggung jawab bukanlah kewajiban yang dikenakan pada orang-orang dari luar, tetapi saya harus menanggapi peristiwa yang saya pedulikan.”

Tanggung jawab adalah kesadaran diri dan kebajikan tradisional. Kita, sebagai generasi di era baru, kebajikan tradisional tidak boleh dihilangkan.

Menurut laporan berita, suatu hari, seorang petugas pos datang ke rumah seorang nenek berusia 80 tahun di Hsinchu untuk mengantarkan surat seperti biasa.

Tukang pos berteriak kencang mengatakan pada nenek ada kiriman surat pos, tak lama kemudian seorang nenek berjalan keluar sambil berpegangan pada sesuatu, dan langkahnya tertatih-tatih tidak seperti sebelumnya. Namun, nenek berjalan masuk lagi ke rumah karena diingatkan oleh tukang pos bahwa nenek lupa membawa stempel untuk menerima paket kiriman.

Meskipun memaklumi bahwa nenek sudah lanjut usia dan tidak bisa berjalan dengan leluasa, tapi tukang pos melihat nenek perlu berpegangan sesuatu di sekitarnya untuk berjalan, langkah kakinya juga jauh lebih lambat dari biasanya, bahkan secara keliru mengambil korek api yang dikira stempel.

Kali ini tukang pos menemaninya masuk ke dalam rumah untuk mencari stempel surat. Namun dia memperthatikan gerak-gerik nenek yang ganjil. Si nenek memukul meja dengan telapak tangannya, sehingga semua barang-barang di atas meja jatuh ke lantai.

Melihat pemandangan itu, tukang pos tiba-tiba teringat pamannya yang menderita stroke, kemudian sebelum pergi, dia mengingatkan si nenek agar memeriksakan diri ke dokter.

Namun, di tengah perjalanannya ke tempat lain, tukang pos yang masih sangat khawatir dengan keadaan si nenek, kemudian berputar balik lagi setelah melaju hampir 2 kilometer jauhnya.

Setibanya di rumah nenek, dia melihat si nenek duduk termangu sendirian di depan pintu. Melihat kondisi itu, tukang pos itu segera meminta bantuan tetangga nenek untuk menghubungi anak-anak atau cucu nenen dan membawanya ke dokter.

Setelah diantar ke rumah sakit, baru diketahui ternyata pembuluh darah otak nenek sedikit tersumbat pada saat itu. Jika tidak ada tukang pos yang peka dan meminta nenek pergi ke dokter, mungkin akan terjadi sesuatu yang disesalkan.

Anggota keluarga nenek bersyukur dan sangat berterima kasih kepada tukang pos.

Setelah mengetahui tentang peristiwa tersebut, Chunghwa Post Taiwan menyatakan bahwa mereka akan secara terbuka memberikan penghargaan dalam bentuk dana bantuan.

Dalam gerakan peduli lansia yang digelar Chunghwa Post Taiwan, Kantor Pos Hsinchu bekerjasama secara permanen dengan Yayasan kesejahteraan Sosial Huashan, menyediakan layanan rumah gratis bagi para lansia dengan tiga disabilitas (cacat, tuli, dan demensia).

Sebenarnya tidak sulit untuk menjadi “orang yang bertanggung jawab pada orang lain”. Bersikaplah sedikit lebih kejam pada diri sendiri dan “singkirkan keinginan egois yang tak terkendali”, maka dunia akan menjadi damai dan segala sesuatunya pun akan selamat sentosa dan sejahtera !(nn/yn)

Sumber: starnews19

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular