oleh Chen Han

Zhong Nanshan, ahli medis komunis Tiongkok baru-baru ini mengatakan bahwa akibat varian virus yang menyebar di Guangzhou sangat menular, dan hotel karantina pada dasarnya kurang memenuhi persyaratan karantina. Oleh karena itu, pemerintah Guangzhou memutuskan untuk membangun 5.000 ruang karantina darurat di pinggiran kota untuk menampung pasien yang masih membludak

Pada 26 Juni, pejabat Guangzhou mengklaim bahwa tidak ada kasus penambahan baru asal lokal di provinsi tersebut pada hari Jumat, 25 Juni, hanya 4 kasus penambahan baru asal luar negeri, yakni 1 orang dari Afrika Selatan di Shenzhen, 1 orang dari Arab Saudi di Zhuhai, 1 orang dari Arab Saudi di Foshan, dan 1 orang dari Libya di Jiangmen.

Pada hari yang sama, terdapat 9 orang tambahan infeksi dengan tanpa gejala yang didatangkan dari luar negeri, 4 di Guangzhou, 2 di Foshan, 1 di Dongguan, dan 2 di Zhongshan.

Namun, masyarakat luar mencurigai adanya unsur politik di belakang upaya pihak berwenang Guangzhou menciptakan suasana stabil, menjelang peringatan seabad berdirinya Partai Komunis Tiongkok.

Pada 26 Juni, Zhong Nanshan, ahli medis komunis Tiongkok mengatakan bahwa akibat varian virus yang menyebar di Guangzhou (Delta) sangat menular, dan hotel karantina pada dasarnya kurang memenuhi persyaratan karantina. 

“Pihak berwenang Guangzhou telah memutuskan untuk membangun Stasiun Kesehatan Internasional di pinggiran Kota Guangzhou di atas tanah seluas 250.000 meter persegi yang memiliki 5.000 kamar independen, terisolasi secara ketat, dan tidak saling menginfeksi. Dalam jangka panjang, ini harus kita lakukan”, kata Zhong Nanshan.

Ia juga mengungkapkan bahwa strain Delta memiliki viral load tinggi, dan udara yang dihembuskan sangat beracun dan sangat menular.

Pria asal Guangdong bermarga Shi mengatakan bahwa, kehidupan masyarakat sekarang terganggu oleh virus. Untuk keluar rumah orang wajib memiliki kode kesehatan. Oleh karena itu, banyak orang bahkan mengantri selama berjam-jam hanya untuk menunggu tes asam nukleat demi mendapatkan kode kesehatan termaksud.

“Saya pikir itu akibat kurang transparannya pemerintah dalam memberikan informasi kepada masyarakat, sehingga orang tidak tahu atau buta dengan perkembangan atau situasi epidemi ini. Jadi ada yang panik, tetapi ada yang lebih tenang”, kata Mr. Shi ini.

Mr. Shi mengatakan bahwa, meskipun pihak berwenang mengklaim bahwa epidemi telah mereda, tetapi kontrolnya masih sangat ketat. Misalnya, restoran tidak bisa makan di tempat setidaknya sampai akhir bulan Juni, dan tidak bisa keluar atau pergi bekerja, dan sebagainya.

Mr. Shi menuturkan : “Ada kaitannya dengan seabadnya 1 Juli (Berdirinya PKT), jadi sebagai pejabat lokal yang berkuasa, mereka berusaha untuk mencegah munculnya hal-hal yang di luar dugaan. Bagaimanapun, mereka lebih memilih kalianlah yang tidak berpenghasilan atau tidak bekerja, agar mereka tidak terkena masalah. Karena di bawah pemerintahan Partai Komunis Tiongkok, warga yang sadar mereka tidak begitu saja mau mempercayai apa yang dikatakan oleh pemerintah. namun, di bawah sistem PKT, rakyat benar-benar tidak berdaya.”

Pada 24 Juni, pemerintah Guangzhou menetapkan penyesuaian tingkat area berisiko COVID-19 terhadap Baihedong Street di Distrik Liwan dari tingkat tinggi menjadi tingkat menengah. Dengan pengecualian Komunitas Heyuan, Distrik Liwan mulai 24 Juni akan kembali melonggarkan lalu lalang pejalan kaki dan kendaraan. Dongguan juga membuka blokir komunitas perumahan di Kabupaten Machong.

Namun, Chen Bin, wakil direktur Ketua Komite Kesehatan Kota Guangzhou mengatakan bahwa membuka blokade tidak berarti menghilangkan kendali, dan mengatakan bahwa sebelum 30 Juni, tes asam nukleat bagi semua karyawan masih perlu dilakukan.

Mr. Shi, seorang penduduk Distrik Bao’an, Shenzhen kepada wartawan ‘Epoch Times’ mengatakan bahwa, dilihat dari tindakan kontrol ketat yang diambil oleh Pemerintah Distrik Bao’an, terasa bahwa situasi pandemi masih belum mereda, dan tes asam nukleat masih perlu terus dilakukan setiap beberapa hari. Ada banyak hotel yang difungsikan sebagai ruang karantina. Di masa lalu, isolasi hanya terpusat di tempat tertentu, dan sekarang tempat dia tinggal yang berada cukup jauh dari bandara saja hotelnya juga dipakai untuk tempat isolasi.

Menurut laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia, strain Delta telah menyebar ke 92 negara di seluruh dunia, kota-kota seperti Guangzhou, Shenzhen dan Dongguan di Tiongkok sudah tertular.

Menurut pihak berwenang Guangzhou, penyebaran strain Delta dari generasi ketiga ke keempat hanya membutuhkan waktu 14 detik, ia dapat menyebar ke 5 atau 6 generasi dalam 10 hari.

Para ahli percaya, bahwa varian Delta memiliki kekuatan penyebaran terkuat di antara strain mutan yang ditemukan sejauh ini. Selain itu, juga memiliki karakteristik masa inkubasi yang singkat, viral load yang tinggi, dan serangan penyakit yang cepat.

Gobi Dong, seorang kolumnis ternama mengatakan : “Lockdown setengah provinsi yang baru-baru ini terjadi di Guangdong dan kini membangun tempat isolasi untuk menampung 5.000 orang, nyaris sama dengan kejadian di Kota Wuhan pada waktu lalu. Setelah pembangunan tempat karantina ala gudang di Wuhan, eksperimen virus seharusnya dikumpulkan. Setelah informasi dikumpulkan, virus menyebar ke dunia, dan itu menjadi bencana di seluruh dunia yang masih dirasakan hingga hari ini”.

Gobi Dong mengatakan bahwa virus SARS 2003 pecah dari Guangdong dan menyebar ke wilayah lain. Lebih sulit untuk memprediksi apakah virus Delta akan menyebar lebih luas kali ini. (sin)

Share

Video Popular