Erabaru.net. Di dunia ini, uang sangat penting. Kebanyakan orang menghabiskan seluruh hidup mereka, untuk mendapatkan uang, tetapi karena ini juga, mereka mengabaikan diri mereka sendiri dan kerabat mereka.

Jika seseorang hanya memikirkan uang dalam hidupnya, dia pasti tidak memperdulikan keluarga mereka. Namun pada akhirnya mereka tidak akan memiliki kehidupan yang bahagia.

Uang memang penting, dan sulit untuk bergerak tanpa uang, tetapi itu hanya kebutuhan hidup, bukan hal terpenting dalam hidup. Ketika Anda memiliki cinta keluarga bersama Anda, itulah yang paling penting.

Ada kisah keluarga yang mengharukan di Heze, Shandong, Tiongkok, yang membuat orang-orang merasa penuh emosi. Meng Xianlai, 104 tahun, pergi ke rumah sakit untuk menjenguk adik perempuannya yang berusia 97 tahun yang sakit parah.

Ketika dia tiba di rumah sakit, dia melihat adiknya yang terbaring lemah di tempat tidur, dan dengan cepat memegangnya dan bertanya,: “Apakah kamu mengenali saya?”

Adiknya memandang lelaki tua berjenggot di depannya, dan berteriak,: “Kakak!” Dan akhirnya menangis seperti anak kecil….

Saat itu, adiknya mungkin berpikir bahwa hari itu akan menjadi hari terakhir dia melihat kakaknya. Wanita berusia 97 tahun itu pun menghabiskan kekuatan terakhirnya dan memegang tangan kakak laki-lakinya dan mengatakan sesuatu yang menyedihkan.

“Kakak, kita sudah hidup bersama selama hampir seratus tahun, Sebelum saya pergi, saya ingin melihat kakak sekali lagi, dengan begitu tidak akan ada penyesalan,” katanya.

Meng Xianlai lahir di Heze, Shandong pada tahun 1916. Dia memiliki tujuh saudara laki-laki dan perempuan di keluarganya, dan dia adalah yang tertua.

Tidak mudah bagi sebuah keluarga untuk memberi makan begitu banyak anak. Sebagai yang tertua, Meng Xianlai mengambil tanggung jawab untuk menjaga adik-adiknya, jadi dia tidak menikah sampai dia berusia 25 tahun. Pada saat itu untuk menikah di usia 25 tahun adalah usia yang sudah sangat tua.

“Kakek saya adalah orang yang bertanggung jawab. Dia telah melakukan banyak hal untuk adik-adiknya! “Cucu Meng Xianlai, Guo Junli mengatakan dalam sebuah wawancara.

Sekarang, 80 tahun kemudian, Meng Xianlai sudah berusia 104 tahun, generasi kelima hidup bersama, dan ada 187 orang.

Meng Xianlai sangat sehat dan disebut peri tua oleh keluarganya. Adik perempuanya berusia 97 tahun, meskipun dia memiliki umur panjang, tetapi kesehatannya tidak begitu baik. Setelah dia jatuh sakit, dia sering dirawat di rumah sakit, dan tubuhnya menjadi lebih buruk.

Sekarang, kondisi adik perempuannya menjadi semakin buruk, dan dia bahkan hampir tidak mengenal orang-orang terdekat di sekitarnya. Setelah Meng Xianlai mengetahuinya, dia meminta cucunya untuk mengantarnya ke rumah sakit.

Setelah tiba di rumah sakit, Meng Xianlai datang ke bangsal dengan tongkat. Karena otaknya mengalami penyusutan, adik perempuannya tidak tahu siapa yang berdiri di depannya. Meng Xianlai memegang tangan adiknya dan bertanya: “Apakah kamu mengenali saya?”

Adiknya perempuannya menjawab: “Ya, kamu adalah kakak saya.” Meng Xianlai tertawa setelah mendengar ini.

Setelah wanita tua itu mengenali kakaknya dan memanggil : “Kakak”, di kemudian menangis seperti anak kecil.

Meng Xianlai tidak menangis namun malah tertawa, memegang tangan adiknya yang lemah dan menggoyangkannya dengan lembut.

Adik perempuan itu sudah dalam kondisi serius dan perlu dirawat di rumah sakit untuk waktu yang lama. Meng Xianlai tidak dapat datang ke rumah sakit setiap hari, dan tidak tahu berapa banyak sisa waktu yang masih dimiliki adik perempuannya.

Saat bertemu kakaknya, wanita itu berkata: “Mungkin ini adalah terakhir kali aku akan melihatmu.” Kemudian, air mata mengalir di pipinya.

Meng Xianlai terdiam. Dia hidup begitu lama, dan tidak tahu kapan akan pergi, Setelah saudara lain meninggalkannya satu demi satu, dia tidak sedih, tetapi dia tidak punya pilihan selain menjadi kuat.

Kasih sayang keluarga adalah toleran, kasih sayang keluarga tidak mementingkan diri sendiri, kasih sayang keluarga tidak meminta kembali. Kasih sayang keluarga membuat orang memiliki kekuatan cinta, kasih sayang membuat orang memiliki motivasi untuk maju, dan kasih sayang membuat orang bahagia dan manis.

Dalam hidup ini, jangan mengasingkan sanak saudara, jangan lupakan kasih sayang. Jangan kejam terhadap orang yang Anda cintai, jangan menghina orang yang Anda cintai. Mereka sedih, Anda tidak akan bahagia! Mereka menderita, Anda juga tidak akan bahagia.(lidya/yn)

Sumber: viewinews

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular