Han Rui-   NTD

Israel, sebagai negara dengan tingkat vaksinasi tiga teratas dunia, baru-baru ini menemukan bahwa jumlah kasus yang terinfeksi “virus varian Delta” yang pertama kali ditemukan di India, kini meningkat tajam, setengahnya adalah orang-orang yang terinfeksi telah divaksinasi. Sedangkan di Amerika Serikat, 83 kasus peningkatan Delta Plus juga ditemukan.

Versi baru dari virus varian India yang ditemukan, Delta Plus, telah menarik perhatian besar dari media global. Saat ini, lebih dari 200 kasus telah terdeteksi di setidaknya 11 negara di seluruh dunia.

Pakar kesehatan India mengatakan bahwa, varian ini lebih menular, memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk mengikat reseptor sel paru-paru, dan juga dapat mengurangi respons antibodi.

Hingga 11 Juni, setidaknya 83 kasus virus varian Delta Plus telah ditemukan di Amerika Serikat.

Actemra  Diotorisasi oleh FDA AS untuk penggunaan darurat

Pada Kamis 24 Juni, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS -FDA- mengizinkan penggunaan darurat Actemra, obat yang dikembangkan oleh perusahaan di bawah perusahaan farmasi Swiss Roche, untuk merawat pasien Virus Komunis Tiongkok.

FDA menyatakan bahwa, jika pasien menerima terapi kortikosteroid dan membutuhkan dukungan respirator, mereka dapat diobati dengan Actemra. (hui)

 

Share

Video Popular