Erabaru.net. Setiap dari kita pasti pernah melewati masa sekolah. Setiap habis ujian sekolah, jika mendapat nilai jelek banyak dari kita tidak akan berani memberitahu orangtua. Namun, jika kita mendapat hasil yang bagus, kita pasti ingin segera memberitahu orangtua kita dan menerima pujian dari mereka. Namun, apa jadinya jika kamu diacuhkan saat memberitahu pada orangtuamu, bagaimana perasaanmu?

Ada seorang ibu tunggal yang tinggal di Kota Lianyungang, Provinsi Jiangsu, Tiongkok, karena pekerjaannya yang sibuk, ia tidak dapat meluangkan banyak waktu dengan putranya yang berusia 7 tahun. Jadi dia harus memasang monitor di rumah untuk memeriksa situasi anaknya secara teratur.

Beberapa hari yang lalu, putranya pulang dari sekolah, sebelum meletakkan tas sekolahnya, dia bergegas ke kamera monitor, melambaikan kertas ujian dengan penuh semangat untuk memberitahu kabar gembira kepada ibunya. “Bu! Saya mendapat 97 dalam ulangan!” Kata anak itu.

Namun, hanya ada keheningan yang menanggapinya. Seorang wanita, pembantu keluarga itu yang melihat ekspresi tuan kecilnya yang diacuhkan oleh ibunya hanya bisa meneteskan air mata.

Meskipun merasa sangat kecewa, anak itu terlihat duduk di kursi belajarnya dan masih dengan rajin mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Menurut laporan media Lu, ibu anak laki-laki itu kemudian memposting rekaman itu secara online, yang mana telah ditonton oleh 200 juta netizen yang juga menjadikannya bahan untuk diperbincangkan.

Saat diwawancarai, ibu dari anak laki-laki tersebut mengatakan bahwa anaknya yang berusia 7 tahun duduk di bangku kelas 1 SD. Karena sejak kecil dia hidup dalam keluarga orangtua tunggal, dia memiliki kepribadian yang sangat mandiri dan bijaksana.

Pada usia 6 tahun, dia sudah menggunakan mesin cuci untuk mencuci pakaiannya. Pada usia 7 tahun, dia membantu pekerjaan rumah tangga seperti mencuci piring.

Demi menafkahi keluarganya, dia tidak dapat meluangkan waktu bersama putranya dari waktu ke waktu. Karena itu, dia memasang monitor di rumah untuk mengecek keadaan anaknya di rumah secara rutin.

Ibu itu menjelaskan bahwa ponselnya kehabisan daya pada hari itu, dan dia tidak dapat menggunakan aplikasi monitor untuk segera merespons putranya.

Setelah ponselnya terisi penuh, dia menggunakan fungsi “putar ulang” untuk melihat adegan ini. Terlihat ekspresi putranya yang kecewa yang membuatnya tidak dapat menahan air matanya.

Setelah pekerjaan selesai, ia bergegas pulang untuk meminta maaf kepada putranya. Dia tidak menduga bahwa putranya sama sekali tidak marah padanya.

Putranya juga menghiburnya dengan mengatakan,: “Saya selalu mencintai ibu.” Dan kata-kata putranya itu membuatnya tersentuh.

Dia pun memposting peristiwa tersebut di Internet dan mengatakan: “Saya berharap putra saya dapat menjadi anak yang bijaksana dan berbakti.” (lidya/yn)

Sumber: quwenshare

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular