Erabaru.net. Baru-baru ini, Rumah Sakit Kementerian Kesehatan dan Layanan Taipei, Taiwan, membagikan kisah mengharukan yang menyentuh banyak netizen! Seorang pria berusia 70 tahun berinisiatif untuk meminta Euthanasia kepada dokter agar tidak menjadi beban keluarga. Kedua putra sangat keberatan, tetapi mereka tetap menghormatinya.

Menurut laporan “TVBS”, Euthanasia memerlukan diskusi antara kerabat dengan tim medis dengan syarat pasien memiliki kesadaran jernih untuk melakukannya. Metode ini biasanya dilakukan pada pasien dengan kondisi klinis tertentu seperti demensia parah, vegetatif permanen, dan ireversibel atau ketika pasien harus menjalani perawatan yang menopang hidup seperti nutrisi buatan, pemberian cairan, dll.

Pria lansia ini dirawat di rumah sakit karena trauma dan harus menjalani perawatan trakeostomi, cuci darah, dll… dia menginkan Euthanasia namun dia tidak dapat mengambil keputusan sendiri.

Dokter berjalan ke tempat tidur pasien tua itu dan bertanya mengapa dia ingin melakukan ini ? Dia menunjuk ke anak laki-laki yang duduk di sebelahnya, dan berkata dengan suara lemah,: “Saya tidak ingin merepotkan mereka, dan saya tidak ingin terus membebani mereka.”

Ketika dokter menjelaskan bahwa ada beberapa kondisi dan pilihan medis, dia hanya mengangguk sementara mata putra sulung terlihat memerah, sedangkan putra bungsu berwajah berat.

Dokter menjelaskan kepada pria itu dengan asumsi jalur alternatif lain. Pertama adalah Euthanasia, yang kedua adalah mencoba perawatan untuk jangka waktu tertentu, ketiga ditentukan oleh orang lain, dan yang keempat adalah harapan peningkatan setelah menjalani perawatan penopang hidup. Namun, pria itu tetap memilih pilihan pertama. Putranya terlihat memegang tangan ayahnya dan menepuk bahu dan punggung mereka dan tersenyum tipis.

Dokter mau tidak mau menghormati keputusan pria lansia itu meskipun putra paman tidak menyetujuinya, mereka berusaha menghormati keinginan ayahnya dan mengizinkan dokter untuk mengatur euthanasia dengan bermartabat. (Lidya/yn)

Sumber: quwenshare

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular