Erabaru.net. Baru-baru ini, seorang ibu telah menjadi terkenal di internet setelah berbagi masalah yang dia hadapi dengan anaknya, yang tidak mau melanjutkan sekolahnya.

Dia memiliki seorang putra yang masih SMP, tetapi anak itu tidak berminat lagi untuk belajar, dan selalu ingin berhenti sekolah dan bekerja untuk mencari uang.

Menghadapi anak yang tidak ingin melanjutkan sekolah, ibu ini mengirim anaknya bekerja ke lokasi konstruksi. Dia ingin anaknya merasakan betapa beratnya bekerja untuk mendapatkan uang, sehingga anak itu akan mengubah pikirannya dan akan memilih untuk melanjutkan studinya.

Namun sebulan kemudian, sang ibu malah semakin khawatir, anaknya alih-alih tidak tahan dengan beratnya bekerja di lokasi bangunan, dia justru bekerja keras setiap hari dan memiliki sikap kerja yang positif.

Melihat anaknya seperti ini, ibunya malah jadi bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Sangat sulit untuk membuat anaknya berubah pikiran, tetapi jika anaknya hanya lulusan SMP, itu mungkin akan kurang menjanjikan masa depannya.

Jadi ibu pun meminta saran dari netizen. Beberapa netizen meninggalkan pesan yang mengatakan: “Saya merasa situasi seperti ini benar-benar mempermalukan orangtua, dan tidak mungkin membiarkan anak-anak pergi ke lokasi konstruksi untuk bekerja pada usia yang begitu muda.”

Beberapa netizen juga ada yang senasib dengan ibu, mengatakan bahwa anak-anak mereka juga tidak suka belajar dan tidak tahu harus berbuat apa.

Pada saat yang sama, banyak orang mengatakan bahwa mereka harus memberi lebih banyak tekanan fisik pada anak-anak mereka, sehingga mereka dapat menyadari sulitnya melakukan pekerjaan keras sehingga akan lebih efektif.

Tentu saja setiap orangtua berharap anaknya dapat menjadi siswa yang baik, dan memiliki minat yang baik dalam menghadapi pelajaran, dan tidak merasa lelah belajar, sehingga lebih bermanfaat bagi dirinya sendiri.

Lantas, mengapa anak masih SMP tapi sudah bosan belajar?

Tekanan belajar yang tinggi

Jika seorang siswa sekolah menengah pertama mengembangkan rasa malas belajar, alasan utamanya adalah tekanan psikologis belajar yang tinggi. Setelah memasuki sekolah menengah, akan ada lebih banyak mata pelajaran untuk dipelajari, kesulitan belajar juga akan meningkat, dan tekanan persaingan juga akan meningkat.

Selain itu, banyak orangtua yang menginginkan anaknya mendapatkan nilai yang bagus, sehingga memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap anaknya. Juga akan banyak memasukan anaknya pada banyak kelas tambahan, yang juga menambah banyak tekanan psikologis pada anak

Metode belajar yang salah

Siswa SMP yang sudah malas belajar, tidak menutup kemungkinan lambat laun akan kehilangan semangat belajarnya selama proses pembelajaran, misalnya metode belajar siswa yang salah.

Banyak siswa akan mengalami situasi ini, yaitu, mereka telah menginvestasikan banyak waktu dan energi dalam studi mereka, tetapi karena metode pembelajarannya salah, kinerja akademik mereka tidak meningkat, dan mereka secara bertahap menjadi malas belajar.

Pemberontakan remaja

Siswa sekolah menengah sendiri sudah berada di tengah pemberontakan remaja. Suasana hati mereka belum stabil, terutama ketika guru dan orangtua meminta mereka untuk melakukan sesuatu, mereka selalu ingin melakukan hal yang sebaliknya.

Jika hal ini terus berlanjut, siswa akan memiliki rasa penolakan dan ketidaktaatan yang kuat terhadap disiplin guru dan orangtua, sehingga lambat laun akan menjadi lebih memberontak dan bosan belajar.

Apa yang harus dilakukan orangtua jika anak bosan belajar?

Pahami alasan mengapa anak-anak malas belajar

Ketika seorang anak menjadi malas belajar, orangtua tidak boleh terburu-buru untuk mengkritik anak. Pahami dulu penyebab kemalasan anak, dan kemudian membantu anak melakukan penyesuaian tepat waktu dan secara bertahap meningkatkan minatnya untuk belajar.

Jika anak berada di bawah banyak tekanan psikologis, orangtua dapat memperbaiki metode pendidikan dan tidak terlalu menekan anak. Penting untuk belajar mendekompresi anak dan menyelesaikan masalah secara mendasar.

Berkomunikasi dengan guru

Ketika orangtua mengetahui bahwa anak-anak mereka tidak ingin sekolah, mereka dapat berkomunikasi dengan guru. Orangtua dapat mengetahui tentang kinerja anak-anak mereka di sekolah dari guru, yang mana dapat memudahkan orangtua untuk memahami mengapa anak-anak mereka malas untuk sekolah.

Guru masih relatif mudah dalam mendidik anak, dan berdiskusi dengan guru dapat membantu anak mengubah mentalitas malas belajar mereka. Metode pembelajaran yang salah juga mempengaruhi sikap belajar mereka, guru juga dapat memberikan beberapa bimbingan profesional.

Pahami mereka lebih banyak dan melihat masalah dari sudut pandang mereka

Anak remaja sendiri lebih sulit diatur, jika orangtua selalu berceramah dari sudut pandang mereka sendiri, ini hanya akan membangkitkan rasa kesal mereka, jadi kita harus mempertimbangkan masalah dari sudut lain dan mencoba untuk lebih memahami mereka.

Kesimpulannya adalah orangtua harus terlebih dahulu memahami alasan mengapa anak-anak mereka malas belajar. Orangtua juga harus memiliki ketenangan dalam menasehati anaknya, dapat mendorong anaknya untuk giat belajar dan meningkatkan rasa percaya dirinya.Sebaiknya tidak mengungkapkan harapan yang tinggi kepada anaknya dan mempengaruhi mental belajarnya.(lidya/yn)

Sumber: mnewsc

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular