oleh Li Zhaoxi

Wakil Menteri Pertahanan Jepang baru-baru ini memperingatkan bahwa sehubungan dengan pemerintah komunis Tiongkok dan Rusia sedang memperkuat kerja sama strategis, sehingga yang terancam tidak saja Taiwan, tetapi juga Hawaii. Dia mengingatkan Amerika Serikat untuk berwaspada terhadap serangan mendadak seperti Pearl Harbor

Media AS ‘Washington Examiner’ pada Kamis 1 Juli memberitakan bahwa Wakil Menteri Pertahanan Jepang, Yasuhide Nakayama mengatakan kepada lembaga pemikir konservatif Amerika Serikat ‘Hudson Institute’, bahwa sehubungan dengan adanya peningkatan kolaborasi di bidang militer antara komunis Tiongkok dengan Rusia, maka dipandang perlu bagi Jepang dan Amerika Serikat untuk secara bersama menghadapi hal ini dan mencegah pengembangannya.

Nakayama mengatakan : “Kita harus menunjukkan upaya pencegahan terhadap komunis Tiongkok — tidak hanya kepada komunis Tiongkok, tetapi juga Rusia. Karena seperti yang saya katakan, mereka sedang bekerja sama dalam latihan”. 

Sepanjang percakapan, Nakayama menekankan bahwa ketegangan di kawasan Indo-Pasifik memiliki dampak langsung terhadap keamanan Amerika Serikat.

“70 tahun yang lalu, kami menyerang Pearl Harbor, tetapi sekarang Amerika Serikat dan Jepang adalah sekutu yang sangat baik, salah satu sekutu terbaik di dunia”. Meskipun Nakayama tidak ingin menyebutkan serangan 70 tahun yang lalu, tetapi ia ingin mengingatkan : “Kita perlu mewaspadai latihan militer Rusia. Mereka sedang melakukan itu di sebelah barat Honolulu, maksud saya Hawaii”.

Pejabat Rusia menggambarkan uji coba peluncuran rudal dan artileri negaranya di Pasifik sebagai inspeksi fungsi peralatan. Kantor Pers Armada Pasifik Rusia pada hari Rabu 30 Juni melalui media resmi menyebutkan bahwa, latihan tersebut bertujuan untuk memantau apakah senjata kapal masih andal dioperasikan pada iklim panas.

Yasuhide Nakayama mengatakan bahwa dengan kedatangan orang asal daratan Tiongkok dan orang Rusia di Honolulu, “Bagi Amerika Serikat, garis perlindungan akan sedikit mengalami kemunduran”, katanya.

Dalam beberapa bulan terakhir, militer komunis Tiongkok meningkatkan latihan perang di sekitar perairan Taiwan, kekhawatiran Taiwan akan diserang oleh komunis Tiongkok telah menjadi fokus perhatian para ahli strategi India-Pasifik. 

Nakayama meminta negara-negara demokratis untuk memastikan keamanan Taiwan, dan mengisyaratkan bahwa Rusia dan komunis Tiongkok sedang membentuk aliansi untuk mempersiapkan konflik besar.

Nakayama mengatakan bahwa menurut dirinya, masyarakat Taiwan seharusnya sangat khawatir, pada saat yang sama, mereka juga sedang menaruh perhatian tinggi terhadap kerja sama antara dua kekuatan besar ini karena merupakan ancaman besar bagi Taiwan. “Kita harus melindungi Taiwan, negara demokratis ini”, katanya. 

Selain itu Nakayama juga mengisyaratkan bahwa selama Perang Dingin, para pemimpin dunia mungkin telah membuat kesalahan, yakni mereka tampaknya mengakui bahwa Taiwan pada akhirnya akan bersatu dengan daratan Tiongkok. Namun, : “Betulkah demikian ? … Saya tidak tahu”. (Sin)

 

Share

Video Popular