NTD

Pemerintah komunis Tiongkok menyelenggarakan perayaan hari jadi ke 100 tahun Partai Komunis Tiongkok di Lapangan Tiananmen, Beijing. Mantan pemimpin partai Hu Jintao muncul, tetapi Jiang Zemin tidak hadir, seakan membenarkan rumor bahwa ia sedang sakit keras

Partai Komunis Tiongkok merayakan ulang tahun keseratusnya di Lapangan Tiananmen, Beijing pada 1 Juli 2021. Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping yang sendirian mengenakan busana setelan Mao Zedong, sementara para pejabat tinggi yang aktif dan mantan pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok mengenakan busana jas Barat. Hu Jintao tampak tua dengan rambutnya yang penuh uban, tetapi Jiang Zemin tidak hadir. 

BACA JUGA : 100 Tahun Partai Komunis Tiongkok: Satu Abad Pembunuhan dan Kebohongan

Menurut propaganda resmi, lebih dari 70.000 orang berpartisipasi dalam acara tersebut, dan pejabat menghendaki para peserta melepaskan masker agar semua dapat memperlihatkan wajah.

Aktivis pro-demokrasi Tiongkok Wang Dan dalam sebuah artikelnya menyebutkan bahwa, suara sorakan serempak dari kerumunan orang yang bunyinya nyaris seperti suara rekaman, dan langkah-langkah serempak dari barisan penjaga kehormatan yang bergerak seperti robot-robot berjalan, juga para sosok tua yang berdiri di menara Gerbang Tiananmen dengan wajah yang tanpa senyum seperti zombie, inilah suasana yang menghiasi HUT seabad PKT. Suasana seperti ini lebih mirip suasana berduka daripada bersuka ria. Tampaknya, PKT lebih memilih untuk menghiasi HUT seabadnya dengan merefleksikan kembali gabungan suasan perayaan yang dilakukan oleh Korea Utara dan Nazi Jerman.

BACA JUGA : Di bawah Sistem Totaliter Partai Komunis Tiongkok, Keadilan Sosial Sudah Mati di Tiongkok

Mao Xinyu, satu-satunya cucu dari mantan pemimpin PKT Mao Zedong pernah menulis sebuah prasasti yang berbunyi 「祝黨長命百歲」(mengucapkan partai berusia panjang hingga seratus tahun) pada 10 tahun yang lalu, ia berharap Partai Komunis Tiongkok dapat berusia panjang, namun karena ia menggunakan kata seratus tahun, sehingga tulisan ini dipelintir oleh netizen daratan Tiongkok yang diartikan hidup sampai seratus tahun, yakni hingga tahun 2021. Karena itu pihak berwenang komunis Tiongkok kemudian menggolongkan kata sensitif yang banyak beredar di Internet ini sebagai kata yang kena blokir. (sin)

Share

Video Popular