Isi berita ini mengingatkan kepada pembaca agar tidak melakukan bunuh diri serta tidak bermaksud memberikan inspirasi agar melakukan pembunuhan. Dikarenakan tindakan tersebut tidak bisa menyelesaikan masalah serta melanggar norma hukum dan agama. Kepada pembaca dimohon menghargai kehidupan

oleh Zheng Gusheng

Puluhan ribu anggota polisi Hongkong turun ke jalan untuk mencegah diadakannya Parade 1 Juli, hal mana menimbulkan kemarahan warga sipil Hongkong. Seorang pria bunuh diri setelah menikam seorang petugas polisi di jalan malam itu. Keesokan harinya, media Hongkong melaporkan identitas pria tersebut. Pelaku juga membawa serta sepucuk surat wasiat yang menuduh UU. Keamanan Nasional versi Hongkong telah merampas kebebasan rakyat Hongkong.

Media Taiwan ‘Central News Agency’ pada 2 Juli melaporkan bahwa pihak kepolisian Hongkong belum mengungkapkan identitas mendiang si penikam polisi. Akan tetapi menurut media Hongkong, mendiang bernama Liang Jianhui, berusia 50 tahun, belum menikah, dan bertugas di bagian pembelian pada sebuah perusahaan. Bersangkutan tidak memiliki catatan penyakit mental, kasus kriminal dan tinggal bersama kedua orangtuanya.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa dalam penggeledahan terhadap kediaman pria tersebut, polisi menemukan sejumlah kliping koran dan informasi dalam komputernya konten tentang gerakan anti-RUU Ekstradisi. Diduga yang bersangkutan adalah salah satu pendukung anti-RUU Ekstradisi.

Selain itu, polisi juga menemukan sebuah kartu memori yang dibawa pria tersebut, yang dalamnya berisi catatan bunuh diri, ia menjelaskan bahwa alasan penyerangan terhadap polisi karena kebencian terhadap pihak kepolisian yang menyalahgunakan kekuasaan dan kekerasan untuk perampasan kebebasan rakyat Hongkong dengan menerapkan UU Keamanan Nasional versi Hongkong.

Setelah insiden itu terjadi, malam itu juga, pemerintah Hongkong dengan cepat mengklasifikasikannya sebagai serangan teroris. 

Namun demikian, banyak warga Hongkong melalui Internet menyebutnya sebagai orang benar dan menjuluknya sebagai pria pemberani.  Mereka juga menyampaikan ucapan belasungkawa. Keesokan harinya, bahkan beberapa warga pergi ke tempat kejadian untuk meletakkan bunga putih sebagai penghormatan kepada pria tersebut. Tak lama kemudian, polisi tiba di tempat kejadian untuk melakukan larangan. Beberapa orang yang dicurigai sebagai polisi preman menendang dan memindahkan bunga-bunga itu.

Pada 1 Juli, lebih dari 10.000 orang anggota polisi Hongkong turun ke jalan untuk menjaga dan memblokir Taman Victoria, mencegah warga Hongkong melakukan Parade 1 Juli. Tindakan sewenang-wenang dari pihak kepolisian Hongkong, melarang dan menangkap orang memicu kemarahan warga, sehingga protes warga sempat pecah di Causeway Bay.

Sekitar pukul 10 malam itu, di dekat Gedung Sogo Department Store di Causeway Bay, seorang pria berpakaian hitam tiba-tiba melakukan penikaman terhadap seorang polisi kemudian menikam dadanya sendiri hingga tidak sadarkan diri dan tewas. Menurut laporan media Hongkong pada 2 Juli, polisi yang paru-parunya tertikam kondisinya berubah dari kritis menjadi serius setelah dilakukan pembedahan. (sin)

Share

Video Popular