NTD

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan berjanji kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada  Jumat (2/7/2021), bahwa Amerika Serikat akan menyediakan untuk Indonesia, sebanyak 4 juta dosis vaksin Moderna. Bantuan itu dikirimkan melalui platform berbagi vaksin global COVAX secepat mungkin.

Sullivan mengatakan bahwa donasi tersebut “menekankan dukungan Amerika Serikat kepada masyarakat Indonesia dalam memerangi lonjakan kasus COVID-19”.

Pernyataan itu mengatakan bahwa, kedua pejabat itu juga membahas bagaimana Amerika Serikat memberikan kepada Indonesia rencana pencegahan epidemi yang lebih luas.

Gedung Putih mengatakan: “Sullivan menekankan pentingnya pemerintahan Biden-Harris bagi Indonesia, Asia Tenggara, dan akhir epidemi yang lebih luas, dan berjanji untuk terus memberikan dukungan dan berpartisipasi secara lebih mendalam.”

Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia, kini telah menjadi salah satu negara yang paling parah terkena dampak di Asia baru-baru ini. Dalam 12 hari terakhir, 8 hari telah menetapkan rekor kasus baru dalam sehari. Termasuk 27.233 kasus terkonfirmasi pada Minggu 4 Juni.

Sebelumnya, Indonesia sangat bergantung pada vaksin buatan Tiongkok. Kini, Indonesia mencari lebih banyak sumber pasokan dari negara lain.

Kasus baru di Indonesia memecahkan rekor dalam sehari

Indonesia melaporkan rekor jumlah infeksi  corona baru dalam sehari dengan 27.913 kasus infeksi pada Sabtu 3 Juli 2021. Dipengaruhi oleh penyebaran varian Delta, sebagian wilayah sudah dilakukan pembatasan secara ketat yang disebut dengan PPKM Darurat. 

Data resmi menunjukkan rekor 555 kasus kematian dalam sehari. Secara total terdapat 60.582 kasus kematian.  Sehingga totalnya pada 4 Juli menjadi 2.284.084 kasus yang didiagnosis.

Menanggapi salah satu wabah terparah di Asia itu, pemerintah memberlakukan pembatasan 2 minggu di pulau Jawa dan Bali. Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan  memperkirakan tingkat infeksi akan terus meningkat. Oleh karena itu, dua minggu masa pembatasan ini adalah periode kritis. 

Pembatasan lebih dari 100 juta orang di Jawa-Bali, termasuk inspeksi perjalanan yang lebih ketat, larangan makan di restoran dan olahraga di luar ruangan, dan penutupan tempat kerja pada sektor-sektor non esensial. Langkah-langkah ini akan berlanjut hingga 20 Juli mendatang. Akan tetapi, dapat diperpanjang jika tingkat infeksi harian kurang dari 10.000 kasus. (hui)

 

Share

Video Popular