Erabaru.net. Seorang pemulung di Tiongkok telah dipuji sebagai Vincent van Gogh di negara itu setelah gambar lukisannya muncul di media sosial.

Wei Guangming, 48 tahu, yang belajar secara otodidak, baru mulai melukis pada 2016. Pekerjaan utamanya sebagai pemulung di jalan-jalan Shaoxing, Provinsi Zhejiang, untuk dijual ke pabrik daur ulang.

Dia menghasilkan sekitar 5.000 yuan (sekitar Rp 11 juta) sebulan dari mengumpulkan sampah dan mendapatkan 7.000 yuan (sekitar Rp 15 juta) dari hasil menjual lukisannya, Metropolis Express melaporkan.

“Saya melukis karena hobi dan juga untuk mendapatkan uang,” katanya kepada surat kabar itu. “Awalnya saya melukis karena saya selalu tertarik menggambar dan saya menemukan bahwa lukisan dapat menghasilkan uang untuk saya. Sejauh ini saya sudah menjual sekitar 400 buah.”

Lukisan Wei dibuat di flat sewaannya seluas 15 meter persegi, yang tidak memiliki kamar mandi atau air.

Wei telah dijuluki “pelukis di kamar lusuh” dan banyak orang-orang yang semakin mencari lukisannya, meskipun sudah menghasilkan hingga 30 lukisan sebulan, banyak orang-orang yang memiliki permintaan khusus dan terkadang dia akan menjadi kewalahan

“Jika terlalu banyak pesanan, saya tidak akan bisa menjamin kualitas. Oleh karena itu, saya tidak akan menerima banyak pesanan agar tidak mengecewakan pelanggan, ”katanya.

Berasal dari sebuah desa di Anhui, Wei mengatakan bahwa dia suka menggambar sejak kecil tetapi tidak pernah mengikuti pelatihan. Dia putus sekolah menengah karena keluarganya miskin dan mengambil pekerjaan sebagai buruh di kota-kota di seluruh daratan.

Wei pertama kali mulai membuat karya seni pada akhir 90-an, menggambar sketsa tangan untuk pejalan kaki di jalanan Guangzhou. Tetapi karena saat itu penghasilannya sangat sedikit, karirnya tidak bertahan lama.

Wei lalu menjadi pekerja migran lagi setelah dia menikah dan perlu menghidupi keluarganya sendiri.

Lima tahun lalu, seorang teman memintanya untuk melukis gambar untuknya meskipun dia belum pernah melukis lagi sebelumnya, namun setelah itu minatnya pada seni hidup kembali.

Dia mulai belajar melukis dari buku teks yang dia beli dan dari video yang dia temukan secara online. Beberapa video bahkan dalam bahasa asing. Namun Wei tetap gigih untuk mempelajarinya.

“Kalau ada penjelasannya, saya akan belajar dengan membacanya. Jika tidak, saya hanya akan melihat bagaimana mereka mencampur warna,” kata Wei.

Istri dan keempat putranya tinggal di kampung halaman istrinya di Hubei. Wei mengirimkan hampir semua penghasilannya kepada mereka, dan hanya menyisakan untuk biaya sehari-hari dan sewa.

Dia mengatakan dia memilih pelanggan potensialnya dengan menilai dari pesanan mereka, dari situ, ia dapat melihat apakah mereka berpendidikan tinggi atau apakah mereka benar-benar menghargai sebuah karya seni.

“Apa yang akan dilukis sebenarnya ditentukan oleh saya sendiri,” katanya. “Saya pribadi menyukai karya-karya pelukis naturalis dan impresionis Perancis.”

Wei mengatakan dia berharap untuk mengunjungi tempat-tempat dengan pemandangan yang menginspirasi untuk seninya begitu dia memiliki lebih banyak waktu dan uang.

“Maka saya bisa memiliki kreasi asli daripada menyalin. Cita-cita jangka panjang saya adalah menjadi pelukis profesional,” ujarnya.

“Dia adalah orang kaya di dunia spiritual,” kata seorang pengguna di platform video pendek Douyin.

“Saya melihat kekuatan besar yang datang hanya dengan mempunyai sebuah mimpi,” tulis orang lain. (lidya/yn)

Sumber: asiaone

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular