Li Zhaoxi – NTD

Ketika Komunis Tiongkok terus memperkuat kekuatan militer konvensionalnya, beberapa tahun terakhir, ia juga dengan giat meningkatkan kemampuan nuklirnya. Peneliti Amerika baru-baru ini menemukan bahwa Komunis Tiongkok sedang membangun lebih dari 100 silo rudal baru di daerah gurun barat Tiongkok. Menurut analisis ahli, ini adalah sinyal bahwa Komunis Tiongkok telah memperluas tenaga nuklirnya secara besar-besaran

Media Amerika Serikat “Washington Post” melaporkan berdasarkan data yang diperoleh para peneliti dari James Martin Center for Nonproliferation Studies di Middlebury Institute of International Studies di Amerika Serikat menunjukkan Citra satelit komersial dari Tiongkok  bahwa 119 silo yang hampir identik sedang dibangun di dekat Kota Yumen, Provinsi Gansu, Tiongkok. Mereka sangat mirip dengan fasilitas peluncuran rudal balistik antarbenua Tiongkok yang ada. Para peneliti juga menemukan pusat kendali yang mungkin sedang dibangun.

Jeffrey Lewis, seorang peneliti di James Martin Center for Non-Proliferation of Nuclear Weapons, mengatakan kepada Washington Post, jika silo yang sedang dibangun di bagian lain Tiongkok disertakan, jumlah total silo yang sedang dibangun adalah sekitar 145 unit.

Ia mengatakan,  percaya bahwa Tiongkok sedang memperluas tenaga nuklirnya, sebagian untuk mempertahankan pencegahan, yaitu agar dapat memiliki cukup rudal untuk mengalahkan sistem pertahanan rudal AS tanpa dihancurkan ketika AS memulai serangan. 

Rudal balistik antarbenua yang disebut adalah “DF-41”. Rudal ini dapat membawa beberapa hulu ledak nuklir dan dapat mencapai target hingga 9.300 mil jauhnya, secara teoritis menempatkan Amerika Serikat dalam jangkauan serangannya.

Lewis menganalisis bahwa Komunis Tiongkok kemungkinan sedang merencanakan permainan penipuan. Ini mungkin meniru strategi yang diterapkan oleh Amerika Serikat selama Perang Dingin, menyembunyikan sejumlah kecil hulu ledak nuklir di silo ini, dan meningkatkan pencegahan melalui ketidakpastian strategis. 

Namun demikian, kemunculan tiba-tiba begitu banyak silo baru di Tiongkok dapat meningkatkan tekanan kepada pejabat Amerika, sehingga membuat Amerika Serikat bekerja keras untuk mempercepat modernisasi persenjataannya.

Komunis Tiongkok hanya memiliki beberapa ratus senjata nuklir. Dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Rusia, yang memiliki ribuan senjata nuklir. Sedangkan persenjataan nuklirnya jauh lebih kecil, meskipun Departemen Pertahanan AS telah menemukan bahwa Komunis Tiongkok sedang memperluas kemampuan nuklirnya. 

Laporan Kekuatan Militer Tiongkok 2020 yang dirilis oleh Pentagon menyatakan bahwa “Dengan perluasan dan modernisasi tenaga nuklir Tiongkok, cadangan hulu ledak nuklir Tiongkok diperkirakan akan meningkat setidaknya dua kali lipat dalam sepuluh tahun ke depan, dan saat ini diperkirakan di bawah 200.”

Departemen Pertahanan AS juga telah mengumumkan rencana untuk secara ekstensif meningkatkan senjata nuklir AS dan sistem pengiriman selama 20 tahun ke depan, termasuk jenis baru rudal jelajah yang diluncurkan dari udara dan setidaknya dua jenis hulu ledak baru. 

Pada  Februari tahun ini, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken dengan sungguh-sungguh menyatakan bahwa pemerintahan Biden akan “mengejar kontrol senjata untuk mengurangi ancaman dari persenjataan nuklir modern yang berkembang di Tiongkok.”  (hui)

 

Share

Video Popular