Erabaru.net. Keluarga seorang pria tua yang sakit parah memuji paramedis sebagai ‘malaikat’ setelah mereka mengabulkan keinginannya untuk dapat memegang tangan istri tercintanya untuk terakhir kalinya dan mengucapkan selamat tinggal.

Danny Rowland, dari Fraser Coast Queensland, Selandia Baru, mendekati akhir perjuangannya dalam melawan kanker dan berencana untuk meninggal di rumah dikelilingi oleh orang-orang terkasih.

Namun, dia telah lama menerima bahwa istrinya Shirley tidak akan berada di sisinya di saat-saat terakhirnya, dan dia tidak akan pernah melihat lagi istrinya yang tinggal di panti jompo.

Tapi sikap hangat dari paramedis membuat Rowland dapat melihat istrinya untuk terakhir kalinya akhir pekan lalu setelah dia dilarikan ke rumah sakit karena komplikasi dengan peralatannya.

Kisah mengharukan dari Queensland Ambulance berbicara tentang bagaimana paramedis Allan, Samantha, dan Joshua berusaha keras untuk mengabulkan permintaan terakhir Rowland yang sejak itu menjadi viral di dunia maya.

“Menghadapi akhir perjuangannya melawan kanker, Rowland yang berani merasa tenang dengan kenyataan bahwa dia akan pergi dengan syarat; di rumahnya sendiri dan dikelilingi oleh keluarga,” tulis Queensland Ambulance Service.

“Rowland telah memahami bahwa percakapan beberapa bulan yang lalu akan menjadi perpisahan terakhir dengan wanita yang berbagi hidupnya dengannya.”

Rowland khawatir ketika akan dibawa ke rumah sakit dan dia harus diyakinkan oleh paramedis bahwa mereka akan membawanya pulang segera setelah masalah teratasi.

“Sesuai dengan kata-kata mereka, Allan dan Samantha sedang membawa kembali Rowland ke rumah, mereka mendengar bahwa Rowland tidak dapat melihat Shirley,” tulisan itu melanjutkan.

“Menyadari panti jompo tempat Shirley dirawat dekat dengan rute pulang mereka, para petugas meminta izin untuk memutar sebentar.”

Mereka berhenti di panti jompo agar Rowland bisa melihat istrinya sekali lagi dan memegang tangannya setelah kenangan seumur hidup bersama.

Foto dan rekaman yang mengharukan menunjukkan pasangan itu berbaring di ranjang rumah sakit mereka di teras luar ruangan berdampingan dan bergandengan tangan saat owland mengobrol dengan istrinya.

Dia meninggal beberapa hari kemudian, dihibur oleh kenangan memegang tangan istrinya dan janji cintanya akan bertahan selamanya.

Putra Rowland yang berduka, Ricky, menggambarkan paramedis sebagai ‘malaikat’.

“Setelah ayah mendapat perawatan dari rumah sakit dan hendak diantar pulang, dia berkata, ‘kemana kita akan pergi sekarang?’ dan saya mengatakan kepadanya bahwa ambulans akan mengambil jalan memutar,” katanya kepada Channel Seven’s Sunrise pada hari Selasa.

“Kita akan pergi memutar dan melihat ibu dan mengucapkan halo dan selamat tinggal.”

“Itu benar-benar membuatnya terkejut, dia tidak bisa mempercayainya. Dia berkata ‘bisakah mereka melakukan itu?’ dan saya berkata ‘ya ayah, mereka adalah orang-orang ambulans’.”

‘Mereka sungguh adalah malaikat.’

Paramedis Sam mengatakan dia bangga bisa mewujudkan keinginan Rowland.

“Saya pikir jika dia (Rowland) tidak bisa masuk ke sana (panti jompo Shirley), kami harus membawanya keluar. Saya pergi dan mengobrol dengan perawat di sana dan membujuknya dan kami mendorong Shirley ke tempat tidur,” katanya.

“Kami tidak melanggar aturan apa pun, kami hanya menempatkan mereka di samping satu sama lain dan mereka harus mengatakan, ‘Aku mencintaimu, selamat tinggal’.”

Postingan Ambulans Queensland telah menjadi viral dengan hampir 1.500 komentar dan lebih dari 2.200 dibagikan.

Ini bukan pertama kalinya paramedis Fraser Coast memenuhi keinginan terakhir pasien yang sekarat.

Pada tahun 2017, dua paramedis membawa pasien perawatan paliatif ke pantai di Hervey Bay setelah mendengar tentang keinginan wanita yang sekarat untuk melihat ombak untuk terakhir kalinya.(lidya/yn)

Sumber: dailymail

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular