Erabaru.net. Banyak orang dewasa merasa bahwa anak-anaknya nakal, belum tahu apa-apa, dan tidak mengerti kesulitan orangtuanya. Tetapi, saat orangtuanya mengalami kesulitan ada beberapa anak yang mencoba membantu orangtua untuk meringankan beban keluarga.

Beberapa waktu lalu, perusahaan seorang ayah sedang mengalami krisis keuangan, dan putranya yang berusia 8 tahun tidak ragu untuk menyerahkan uang tabungannya kepada ayahnya untuk keperluan darurat!

Selama masa pandemi, perusahaan ayahnya ditutup untuk waktu yang lama. Ayahnya mengalami krisis keuangan yang serius dan perusahaan berada di ambang kebangkrutan.

Sebagai seorang pemilik perusahaan, setiap hari ayahnya memikirkan bagaimana mendapatkan modal kerja, dan sering berdiskusi dengan istrinya untuk memecahkan masalah tersebut. Tanpa diduga, percakapan mereka didengar oleh putranya yang berusia 8 tahun.

Pada keesokan harinya, putranya tiba-tiba datang kepada ayahnya dengan kantong hitam besar, dia mengeluarkan sejumlah uang dari dalam tas dan berkata: “Ayah, ini adalah uang simpanan saya, ayah bisa menggunakannya dulu!”

Ketika ayahnya mendengar apa yang dikatakan putranya, dia tidak bisa menahan air matanya, dia tampak bahagia dan terharu.

Ternyata penampilan ayahnya yang terlihat sedih setiap hari sudah dirasakan oleh putranya. Putranya juga mengetahui dari percakapan orangtuanya, bahwa perusahaan ayahnya di ambang kebangkrutan, sehingga dia tidak ragu untuk membantu ayahnya dengan uang simpanan yang ditabung selama bertahun-tahun.

Uang simpanan anak mungkin hanya setetes uang dari jumlah modal kerja yang dibutuhkan sang ayah, namun, yang terpenting bukanlah seberapa banyak uang yang diberikan sang anak, melainkan rasa kepeduliannya di usianya yang masih muda, itu yang tak ternilai.

Netizen yang menyaksikan kejadian ini pun tidak bisa menahan dirinya untuk tidak memberikan komentar.

“Anak itu terlalu menghangatkan hati!”

“Anak itu ada di sini untuk membalas rasa terima kasihnya.”

“Meskipun anak itu masih kecil, tetapi di saat krisis, dia juga akan mencoba melakukan bagiannya”

Seperti yang dikatakan Shakespeare:

“Anak-anak yang tidak tahu berterima kasih lebih menyakitkan daripada gigi ular yang tajam.”

Keberhasilan terbesar orangtua adalah memupuk moralitas terlebih dahulu dalam membesarkan anak yang bersyukur dan berbakti.

Seorang anak yang tahu bagaimana bersyukur adalah anak yang tahu bahwa orangtuanya bekerja keras untuknya.

Menghormati dan mau membantu orang tua tidaklah mudah, mari acungkan jempol untuk anak ini! (lidya/yn)

Sumber: mnewsc

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular