Erabaru.net. Di Norwich, Inggris, seekor anjing penggembala harus “pensiun” karena ketulian yang tidak disengaja, dengan bantuan pemiliknya yang baru, dia belajar mengenali bahasa isyarat dan kembali untuk menggembala.

Border Collie, berusia 9 tahun, bernama Peggy, terpaksa harus pensiun sebagai penggembala karena gangguan pendengaran yang tidak disengaja. Dia juga tidak dapat bekerja secara normal dan tidak dapat mendengarkan instruksi. Karena hal itu, dia diserahkan ke Badan Amal Hewan RSPCA di Norwich untuk diadopsi oleh pemilik.

Tapi ternyata itu menjadi titik balik dalam hidup Peggy. Ketika dia pertama kali bertemu, dengan Chloe Shorten, manajer agen kesejahteraan hewan, dia menyukai anjing ini , yang sayangnya tuli.

Chloe, seorang penyayang binatang berusia 28 tahun, mengatakan,: “Kami langsung jatuh cinta pada Peggy dan segera menyadari bahwa Peggy tidak akan dikirim ke tempat lain.”

Segera, Chloe dan suaminya yang berusia 34 tahun memutuskan untuk membantu anjing gembala itu kembali ke karir penggembalaannya dengan melatih Peggy untuk mengenali bahasa tubuh .

“Kami tahu Peggy ingin terus bekerja, jadi kami memulai proses pelatihan panjang untuk mengajarinya bagaimana mengerti akan instruksi tanpa perintah suara seperti para anjing penggembala yang menggembalakan domba,“ kata Chloe.

“Kami menggunakan pelatihan intensif berulang kali. Berbeda dari metode pelatihan tindakan perintah verbal biasa, kami melatih Peggy dengan gerakan-gerakan. Peggy akan menerima gestur dan bahasa tubuh kami untuk mendapatkan informasi yang ingin kami instruksikan. ”

Kini, dengan bantuan seorang pelatih anjing gembala profesional dan dua anjing gembala lainnya, Sid dan Nora, Peggy telah dapat memahami gerak tubuh dan bahasa tubuh pemiliknya.

Anjing gembala yang berdedikasi ini sekarang dapat membaca gerakan seperti jempol (berarti “gadis baik”), lima jari membuka telapak tangan ke depan (berarti “berhenti”).

Ketika pemiliknya menunjuk ke suatu arah, Peggy akan mengerti artinya dan bergegas ke tempat itu dengan cepat. Dan ketika melihat pemiliknya menepuk lututnya, dia dengan cepat berlari kembali ke sisi pemiliknya.

Ketika pemiliknya membuat gerakan yang mirip dengan mobil yang berjalan lambat, Peggy akan segera melambat.

Chloe mengatakan,: “Ia masih mempelajari hal-hal baru dan selalu berkembang. Bagi kami, yang terpenting adalah dapat menyampaikan padanya bahwa dia adalah gadis yang baik dan membuatnya percaya bahwa ia akan menjadi lebih baik.”

“Peggy hanya perlu memahami cinta kami dan setelah itu dia telah mempercayai kami, tetapi mengetahui bahwa dia sekarang dapat memahami pujian kami, membuat kami sangat bahagia,” Chloe menambahkan.

Chloe mengatakan bahwa Peggy adalah anjing yang sangat bahagia, meskipun sudah tua, dia masih suka mengikuti mereka untuk bekerja dan berlari di sekitar peternakan.

“Peggy benar-benar suka berlarian seperti anak kecil, jadi kami memasang pelacak GPS di kalungnya untuk mencegah dia menghilang karena dia juga tidak dapat mendengar kalau kami mencari dia, ” ujarnya.

Chloe mengatakan bahwa kisah hidup Peggy menunjukkan bahwa ‘Anda dapat mengajari anjing tua sebuah keterampilan baru dan membuktikan bahwa anjing memang memiliki kemampuan belajar yang luar biasa, bahkan ketika mereka kehilangan akal”.

Dia mengatakan penyebab gangguan pendengaran Peggy masih belum jelas, karena dokter hewan belum menemukan adanya benjolan atau tanda-tanda infeksi yang jelas di telinganya.

Menurut American Kennel Club (AKC), ada banyak penyebab gangguan pendengaran pada anjing, tetapi “untuk anjing tua, penyebab yang paling umum adalah perubahan degeneratif pada saraf di telinga. namun ini berbeda dengan manusia yang sudah berumur yang mengalami gangguan pendengaran “.

AKC merekomendasikan bahwa dalam menghadapi anjing dengan gangguan pendengaran, pemilik anjing dapat menggunakan gerakan, kalung yang bergetar, dan langkah kaki yang berat untuk menggantikan komunikasi suara biasa.(lidya/yn)

Sumber: epochtimes

video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular