Erabaru.net. Seorang kakek berusia 90 tahun di Essex, Inggris, pergi ke restoran yang sama dan memesan makan siang yang sama hampir setiap hari. Suatu hari dia terkejut setelah mengetahui bahwa orang-orang asing telah memberikannya makanan dengan total seharga Rp 14 juta, yang cukup untuk dimakan selama beberapa bulan

Orang tua itu bernama Pete dan dia hidup sendirian. Dia pergi ke restoran bernama Moulsham Inn di Chelmsford setiap hari untuk makan. Dia selalu memasakan menu makanan yang sama yaitu satu porsi nasi ayam dan segelas anggur merah.

Pemilik restoran berusia 39 tahun Tim Mepham memiliki hubungan yang sangat baik dengan Pete. Beberapa hari yang lalu, dia membuat video kisah Pete dan mempostingnya di Internet. Yang mengejutkan adalah, video ini dengan cepat menerima ratusan ribu tayangan dan banyak netizen menyatakan keinginannya untuk memberikan bantuan kepada Pete.

Tim mengatakan: “Banyak netizen bertanya apakah mereka dapat mengundang pria tua tersebut untuk makan dan minum. Oleh karena itu, saya memposting video yang memberitahu mereka bahwa mereka dapat melakukannya melalui aplikasi.”

Kemudian, Tim mengumumkan nomor meja Pete, dan ratusan netizen memesan makanan dan minuman untuk Pete melalui aplikasi. Menurut statistik, total harga makanan dan minuman melebihi 700 pound (sekitar Rp 14 juta).

Keesokan harinya, Tim memberi tahu Pete kabar baik itu, mengatakan bahwa orang asing telah memberikannya 90 gelas anggur (satu gelas sehari selama tiga bulan) dan nasi ayam yang dapat dimakan selama beberapa minggu.

Pete terkejut dengan ini, Tim kemudian merekam reaksi Pete, dan kemudian jumlah penayangan video melonjak hingga 1,6 juta kali.

Tim menekankan: “Pete adalah salah satu pria paling sopan yang pernah saya temui, dan dia memiliki selera humor yang tinggi. Dia sangat berterima kasih kepada semua orang atas semua yang telah mereka lakukan untuknya, dia berterima kasih atas waktu kalian dan partisipasi kalian.”

Tim mengatakan bahwa orang membelikannya minuman karena mereka pikir dia orang baik, bukan karena simpati. Faktanya, Pete tidak miskin dan tidak membutuhkan bantuan, orang-orang hanya sangat mencintainya.

Tim telah mengenal Pete sejak dia mulai bekerja sebagai manajer hotel tiga tahun lalu. Dia menggambarkan Pete sebagai “kakek yang sempurna yang disukai semua orang”. Dia pandai bercerita dan banyak anak yang menyukainya, dia suka bercerita dalam ksia film kartun dan kisah-kisah lain yang dapat membuat Anda tertawa, tetapi juga ada yang dapat membuat Anda menangis.

Pete datang ke restorannya untuk makan siang setiap hari. Menantunya yang bekerja di sana juga sering datang untuk menemaninya makan malam. Namun ketika dia datang sendiri, Tim atau karyawan restoran lainnya akan menemaninya mengobrol.

Pete suka menceritakan istrinya, tetapi sayangnya, istrinya meninggal 11 tahun yang lalu. Terkadang, dia juga suka menceritakan secara detail momen yang dia alami di medan perang. Saat cuaca sedang cerah, Pete juga suka berbicara tentang perkembangan terbaru dalam pekerjaan berkebunnya.

Tim mengatakan: “Kisah Pete bukanlah hal baru. Setelah mengalami epidemi, banyak akan merasa kesepian, dan kehidupan sosial masyarakat sangat penting.”

Kisah Pete sepenuhnya membuktikan bahwa masih ada kebaikan pada orang asing. Saat ini, Pete telah meminta warganet untuk tidak lagi membelikan makanan dan minuman untuknya, karena dia tahu masih banyak orang yang lebih membutuhkannya di dunia ini.

Terinspirasi oleh kisah menyentuh ini, Tim kemudian membuat “waktu makan siang sosial” di restoran, di mana orang-orang yang kesepian dapat datang ke sini untuk makan dan bercerita seperti Pete. (lidya/yn)

Sumber: epochtimes

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular