Erabaru.net. Di sebuah keluarga di Kota Taiping, Distrik Qingxin, Provinsi Guangdong, Tiongkok, anak laki-lakinya berusia lima tahun, pada hari itu dia sedang menonton TV bersama saudara perempuannya di ruang tamu. Tiba-tiba orang asing masuk ke dalam rumah dan dengan cepat membawa anak laki-laki itu pergi, meninggalkan saudara perempuannya sendirian dalam kebingungan.

Sang ayah yang cemas pergi ke mana-mana mencari keberadaan anaknya, tetapi tidak menemukannya. Dia telah mencari ke semua tempat, tetapi tetap tanpa hasil. Siapa yang membawa pergi anak itu? Ke mana perginya mereka?

Sang ayah pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian tersebut. Setelah polisi menerima laporan, mereka dengan cepat melakukan pencarian dan tetap tidak menemukan hasil. Hari-hari berlalu, dan masih belum ada kabar, akhirnya anaknya dinyatakan sebagai orang hilang.

Sang ayah selalu diliputi dengan rasa kecewa. Setelah 9 bulan kerja keras dan rasa sakit, dalam periode itu dia benar-benar telah kehilangan harapan. Merasakan rasa sakit dan kesedihan karena putranya hilang tanpa jejak.

Tapi, dia tidak perna putus asa dan terus mencari, hingga suatu hari saat dia sedang berbelanja, dia melihat tiga orang dewasa berjalan bersama putranya. Dia segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi polisi, dan bergegas menangkap salah satu pria itu. Setelah mendapat laporan, polisi pun bergegas ke tempat kejadian dan akhirnya menangkap ketiga tersangka.

Putra tercinta akhirnya kembali ke pelukan ayahnya. Sang ayah sangat terharu. Dia tidak percaya bahwa dia akan memiliki kesempatan untuk bertemu dengan putranya lagi. Mereka bisa hidup bahagia seperti sebelumnya.

Awalnya, dia berpikir bahwa setelah putranya menghilang, impiannya tentang kebahagiaan telah sirna, tapi sekarang semuanya terasa hidup kembali, kembali seperti dulu lagi.

Ternyata, tersangka utama adalah kerabat jauh, dan para penculik terdiri dari tiga pria dewasa, yang bermarga Chen, Li, dan Ou.

Pengadilan menjatuhkan hukuman masing-masing 3 hingga 6 tahun penjara atas kejahatan penculikan anak dan denda 50.000 yuan (sekitar Rp 112 juta).

Tidak setiap kasus seberuntung itu. Beberapa anak yang hilang ada yang tidak akan pernah ditemukan lagi seumur hidupnya. Masih ada beberapa kasus di mana anak-anak selalu menjadi korban penculikan, maka dari itu para orangtua tidak boleh lengah.

Selain mengajari anak-anak untuk selalu berhati-hati, orang dewasa juga harus waspada. Misalnya, ketika anak sedang bermain di luar rumah, orang dewasa harus terus bersamanya. Jangan biarkan anak untuk sendirian.

Kalaupun ada anak lain yang bermain bersama, orang dewasa harus tetap menemani, karena ketika terjadi keadaan darurat, anak di bawah umur biasanya tidak memiliki kemampuan untuk merespon.

Ketika anak tinggal di rumah sendirian, pintu harus ditutup dan dikunci untuk mencegah orang asing masuk.

Kasus penculikan orang di jalan sering terjadi, orang dewasa harus lebih berhati-hati untuk menghindari bahaya dan penculikan anak.(lidya/yn)

Sumber: epochtimes

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular