Erabaru.net. Di kota-kota besar, sangat umum keluarga mempekerjakan seorang pengasuh untuk merawat anak-anaknya, tetapi keluarga terkadang kurang percaya terhadap pengasuh. Orangtua juga sangat berhati-hati dalam mencari pengasuh agar tidak merugikan anaknya.

Zhang dan istrinya karena sibuk dengan bisnisnya, mereka tidak punya waktu untuk merawat anak-anaknya, jadi mereka mempekerjakan seorang pengasuh untuk mengurus putranya.

Karena mereka selalu pulang larut malam, itu mempengaruhi putranya, salah satunya adalah kesulitan untuk tidur.

Namun, setelah mereka mempekerjakan pengasuh, pasangan itu menemukan bahwa putra mereka setiap hari mengantuk. Dulunya putranya tidak tidur siang, tetapi sekarang dia mulai tidur siang secara teratur.

Setelah menyelidiki, mereka menemukan bahwa pengasuhnya selalu membawa anaknya keluar untuk berolahraga setiap hari, membacakan sebuah cerita di siang hari, dan kemudian membujuk putranya untuk tidur.

Pengasuh bahkan tidak pernah memainkan ponselnya, dan selalu menyibukan diri dengan pekerjaan setiap hari.

Setelah tahu apa yang selalu dilakukan pengasuhnya, pasangan itu langsung menaikkan gajinya dan memberikan bonus 30.000 yuan sebagai ucapan terima kasih, berharap dia bisa merawat anak mereka dengan lebih baik dan putranya bisa tumbuh dengan sehat dan bahagia.

Walaupun ada beberapa kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh pengasuh, namun hal tersebut tidak terjadi pada semua pengasuh. Namun, demi keamanan dan pertumbuhan anak yang sehat, para orangtua tetap harus hati-hati saat memilih seorang pengasuh

Jadi bagaimana memilih pengasuh yang baik ?

1. Perhatikan riwayat hidup dan pengalaman kerjanya

Pengalaman hidup seseorang akan mempengaruhi pandangannya terhadap hidup serta aspek lainnya. Saat memilih pengasuh, orangtua harus memperhatikan pengalaman masa lalu pengasuh, termasuk riwayat hidupnya dan pengalaman kerja.

Hal ini dapat membuat penilaian sederhana dari karakter pengasuh. Saat memilih, Anda juga harus lebih banyak berkomunikasi dengan mereka. Selain itu, informasi pribadi pengasuh juga harus diperiksa dengan cermat untuk mencegah penipuan.

2. Penilaian kemampuan kerja selain karakter pengasuh

kemampuan kerja juga membutuhkan beberapa penilaian, seperti keterampilan memasak dan lain-lain. Selain menguji pemahamannya tentang pengetahuan pengasuhan anak, orangtua juga perlu melakukan tes.

Lihat kemampuan profesionalnya dalam praktik, buat beberapa masalah kecil, amati kemampuannya dalam menyelesaikan masalahnya. Sebuah keadaan darurat juga dapat menguji kemampuannya.

Anda juga bisa mengujinya untuk membuatnya kesal, untuk melihat tingkat kesabaran pengasuh dan melihat temperamennya.

Selain penilaian awal ini, orangtua juga harus lebih memperhatikan masalah sehari-hari mereka. Jika mereka lulus penilaian untuk jangka waktu tertentu, mereka harus diberi kepercayaan.

Cobalah untuk akrab dengan pengasuh, cobalah untuk lebih pengertian dan toleran. Biarkan mereka bergaul lebih harmonis, sehingga mereka bisa lebih penuh perhatian, percaya diri dan memperhatikan detail kecil saat merawat bayi.

Selain itu, orangtua juga harus memberikan pandangan pada anak-anaknya agar anak belajar menghormati pengasuh dan bergaul dengan mereka dengan sopan.

Jangan manjakan anak Anda untuk merendahkan pengasuh, agar mereka bisa menghargai orang lain sejak kecil.

Jangan menegur pengasuh di depan anak, hal ini tidak kondusif untuk pembentukan “kewibawaan” pengasuh di depan anak.

Minta pengasuh untuk membantu mengoreksi ketika seorang anak melakukan kesalahan.

Meskipun di rumah sudah ada pengasuh, kehadiran orangtua tetap sangat diperlukan, meluangkan lebih banyak waktu untuk bermain dengan anak-anak Anda selama liburan dan jangan selalu menyerahkan kepada pengasuh. (lidya/yn)

Sumber: hknews

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular