Erabaru.net. Taiwan memperpanjang pembatasan Covid-19 (di Indonesia PPKM-red) hingga 12 Juli. Menurut instruksi Pusat Komando Epidemi, dalam satu ruangan tidak boleh berkumpul lebih dari 5 orang, di luar ruangan lebih dari 10 orang juga tidak diperkenankan.

Namun, bagaimana sebenarnya yang dimaksud dengan lebih dari 5 orang dalam satu ruangan ? Apakah 5 orang termasuk kena larangan (dan bisa kena denda) atau hanya selebihnya yang terkena larangan ? Apakah anggota keluarga yang tinggal bersama dalam rumah itu juga masuk hitungan yang 5 orang ?

Dengan kata lain, selain anggota keluarga, maka kerabat yang boleh masuk ke dalam rumah hanya dibatasi 3 orang, karena jika kedatangan 4 orang, ditambah 1 orang pemilik rumah, maka mereka sudah dianggap melanggar.

Namun ada netizen yang mengatakan, justru karena peraturan inilah dirinya datangi oleh polisi setelah ada yang melaporkannya kepada pihak berwenang. Alasannya adalah dia memesan 14 gelas minuman secara online !”

Seorang netizen menulis pada kolom komentar aplikasi Breaking News Commune : “Memesan secara online 14 gelas minuman (dalam rangka promo beli satu dapat gratis satu), dilaporkan oleh staf pengirimannya kepada pihak berwenang sebagai pelanggaran aturan pembatasan, sampai didatangi oleh anggota polisi !”

Netizen itu lebih jauh memberikan penjelasan :

“Saya tinggal di lantai 5, pintu di lantai bawah itu tertutup. ketika pengantar tiba dan berbicara melalui interkom, saya katakan : ‘Sebentar, saya akan turun mengambilnya setelah berpakaian.’ Tetapi pada saat itu pengantar sudah berada di balik pintu, lalu saya mengucapkan terima kasih kepadanya.”

“Tetapi pengantar mengatakan dengan nada yang kurang bersahabat : ‘Lain kali kalau pesannya banyak, Anda sendirilah yang turun ke bawah (lantai dasar) untuk mengambilnya.’ ‘Baiklah, Saya Tahu !’ Jawab saya.

“Namun sekitar setengah jam kemudian, anggota polisi datang mengetuk pintu rumah dan mengatakan ada orang yang melaporkan bahwa di sini ada acara kumpul-kumpul !”

“Saya katakan keluarga saya hanya 4 orang, 2 orangtua dan 2 orang muda. Usai pengecekan, polisi pun pergi. ‘Tugas kalian juga berat ya di masa epidemi ini,’ ucap saya sambil menghantar kepergian polisi. “

“Jadi siapa sebenarnya yang melaporkan saya ? Kalau pun pengantar minuman itu tidak bersedia naik ke lantai 5, dia bisa mengutarakan kepada saya sebelumnya sehingga sayalah yang turun untuk menjemputnya.”

“Saya pikir ini bisa kita maklumi di saat epidemi sedang merajalela seperti sekarang ini. Tapi, tidak perlu sampai memboroskan sumber daya sosial dengan mendatangkan polisi yang sia-sia ! Orangtua saya juga terkejut akibatnya !”

Netizen lain yang membaca tulisan ini sangat kaget, bagaimana pesan minuman sampai dicurigai melanggar pembatasan ?

“Konyol ! Siapa pelapornya tidak sulit untuk ditebak. Mosok hanya karena memesan 14 gelas minuman dicurigai ada acara kumpul-kumpul ?”

“Kalau bermaksud untuk “balas dendam” karena tidak bersedia menghantarkan minuman itu ke lantai 5, itu benar-benar jahat, tetapi, ya apa yang mau dikata kalau orangnya itu memang berjiwa iblis !”

“Saya pikir anggota polisi juga terkejut tetapi merasa tidak berdaya, karena menjalankan tugas dan ada pelapornya.”

“Ini benar-benar keterlaluan ! Kalau pun situasi ini ingin diajukan ke pengadilan, tampaknya tidak memiliki bukti yang cukup, jadi hanya bisa membiarkan saja hal itu terjadi.”

“Sepertinya pesan makanan atau minuman secara online tidak boleh lebih dari 5 item, jika pemesan tidak mau berhubungan dengan pihak berwenang dan menerima masalah.” (sin/yn)

Sumber: mnewsc

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular