Erabaru.net. Manusia dan hewan peliharaan biasanya memiliki perasaan dan ikatan yang dalam. Karena itu, jika hewan peliharaannya mati, pemilik biasanya akan menjadi sangat sedih. Beberapa orang bahkan akan menangis tersedu-sedu, seolah-olah salah satu anggota keluarga hilang.

Meskipun kerbau bukan hewan peliharaan, namun, dia adalah hewan ternak yang bekerja dan berjasa untuk manusia.

Liang Ping, seorang pria tua di Kabupaten Yunlin, Taiwan, telah menganggap kerbau yang mereka pelihara sebagai bagian dari keluarganya.

Keluarga Liang Ping adalah keluarga petani. Mereka memiliki seekor kerbau yang telah dipelihara selama 26 tahun, dan mereka menamakannya Niu Niu.

Selama bertahun-tahun, Niu Niu telah bekerja dengan keras di ladang setiap hari, dan Liang Ping telah mengembangkan ikatan yang khusus dengan kerbaunya.

Hubungan antara mereka berdua melebihi sekedar hubungan rekan kerja.

Pada 2011, Niu Niu sudah tua, dan Liang Ping sendiri juga sudah berusia 75 tahun. Oleh karena itu, Liang Ping berencana untuk mengistirakan kerbaunya dari pekerjaan.

Saat itu, Liang Ping dan Niu Niu pergi bekerja di ladang untuk terakhir kalinya. Setelah itu Liang Ping membersihkan tubuh Niu Niu lalu berencana untuk mengirimnya ke pusat pengelolaan hewan di Tainan, agar dia dapat menikmati masa tuanya dengan baik.

 

Nampaknya, Niu Niu tahu bahwa dia akan berpisah dari tuannya, dan dia bertindak seolah tidak ingin pergi, dia menginjak tanah dengan sekuat tenaga dan tidak mau bergerak.

Liang Ping lantas mengelus-elus wajahnya untuk menghiburnya dan berkata,: “Bukannya aku tidak menginginkanmu di sini, ini demi kebaikanmu!” Setelah itu, Niu Niu mau masuk ke dalam truk.

Liang Ping pun menangis karena harus berpisah dengan temannya yang sudah bersamanya selama bertahun-tahun.

Setelah Niu Niu tiba di pusat pengelolaan hewan, dia sangat merindukan pemiliknya sehingga dia tidak mau makan atau minum.

Setelah Liang Ping mengetahuinya, dia merasa sangat tertekan, dan segera pergi ke pusat pengelolaan hewan untuk melihat kerbaunya.

Setelah melihat pemiliknya, tiba-tiba, nafsu makan Niu Niu langsung membaik.

Sebenarnya, Liang Ping sangat khawatir dia akan pergi mendahului Niu Niu. Oleh karena itu dia mengirimnya ke pusat pengelolaan hewan agar Niu Niu dapat menikmati masa tuanya, dan ada juga banyak kerbau yang menemaninya.

Niu Niu tinggal di pusat pengelolaan hewan selama 6 tahun, selama itu dia menemani banyak turis dan banyak penggemar yang menyukainya.

Pada 2016, Niu Niu sudah menjadi kerbau yang berusia 32 tahun, itu setara dengan manusia berusia 117 tahun, termasuk usia yang sangat tua.

Suatu hari di bulan Oktober, petugas menemukan bahwa sapi itu terlihat lesu dan tidak mau makan. Dia juga mengalami diare ringan, jadi petugas pun segera memberitahu Liang Ping untuk datang.

Liang Ping mengambil rumput dari kampung halamannya dan membawakannya untuk Niu Niu.

Niu Niu yang melihat kedatangan Liang Ping menjadi sangat bersemangat dan memakan semua rumput yang dibawa pemiliknya.

Tanpa diduga, setelah Liang Ping pulang ke rumahnya, keesokan harinya Niu Niu ditemukan mati dalam tidurnya karena kegagalan beberapa organ.

Makanan yang diberikan pemiliknya seperti perjamuan terakhirnya.

Mengetahui hal ini, Liang Ping bergegas kembali ke pusat pengelolaan di Tainan untuk mengucapkan perpisahan pada Niu Niu untuk terakhir kalinya.

Melihat Niu Niu tercinta terbaring di tanah, ditutupi dengan kain kafan kuning, Liang Ping dengan menagis menyentuh Niu Niu dan berkata: “Kamu telah bekerja sangat keras sepanjang hidupmu, dan di masa depan kamu pasti bertemu orang baik dan menjalani kehidupan yang baik !” (lidya/yn)

Sumber: viewinews

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: CERITA KEHIDUPAN STORY

Video Popular