Erabaru.net. Menurut “TVBS”, seorang dokter berusia 67 tahun di Tiongkok bekerja keras untuk menghidupi keluarganya ketika dia masih muda. Meskipun itu adalah profesi yang dikagumi semua orang, tetapi pada kenyataannya, dokter juga harus “membanting tulang”.

Tekanan hidup, biaya kebutuhan dan istirahat yang tidak normal juga dapat membuat mereka jatuh sakit … Meski begitu, dia sangat mencintai putrinya dan menggunakan semua tabungannya untuk mengirim putrinya untuk sekolah di luar negri.

Tanpa diduga, ketika putrinya pergi ke luar negeri, dia seperti burung keluar dari kandang dan tidak pernah kembali ke sarang lagi.

Selama 8 tahun, tidak ada panggilan telepon atau pesan dari putrinya, seolah tidak memiliki ayah dalam hidupnya,dia telah kehilangan kontak sejak saat itu.

Namun, orangtua itu masih tidak percaya bahwa dia ditinggalkan dengan kejam oleh putrinya.

Suatu hari, dia akhirnya menerima telepon dari putrinya. Dengan penuh semangat dia mengangkatnya, tetapi putrinya dengan dingin menjawab,: ” Salah sambung!” Dia kemudian menutup telepon dan pria tua itu akhirnya melihat wajah asli putrinya itu.

Orangtua itu berkata bahwa dia pernah dirawat di rumah sakit dengan kondisi kritis, tetapi putrinya sama sekali tidak memperdulikannya.

Dia ingat bahwa ketika dia sedang berada di posisi tersulit, ada seorang pria yang mengulurkan tangan untuk menyelamatkan hidupnya dan pria itu adalah temannya.

Orangtua itu akhirnya memilih untuk memberikan warisannya kepada teman yang menyelamatkan hidupnya, bukan kepada putrinya.

Cinta antara ayah dan anak di masa lalu telah berubah menjadi orang asing saat ini, yang juga membuat banyak netizen merasa kasihan dengan pengalaman pria tua itu.

Pria itu dengan enggan mengatakan: “Terakhir kali saya melakukan panggilan telepon adalah pada tahun 2014. Putri saya telah berada di luar negeri selama bertahun-tahun dan tidak pernah menghubungi saya dalam 8 tahun terakhir. Dia sudah menjadi orang asing yang pernah akrab dengan saya.”

Banyak orang berkata bahwa percuma membesarkan anak-anak dengan lulusan luar negeri tetapi tidak memiliki rasa syukur terhadap orangtua mereka.

Saya harap semua anak baik yang sedang berada jauh atau dekat dengan orangtua selalu dapat memiliki rasa terimakasih dan syukur kepada orangtua mereka.(lidya/yn)

Sumber: mnewsc

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular