oleh Xu Jian 

Kapal perusak berpeluru kendali USS Benford (DDG 65) pada Senin 12 Juli 2021 melakukan pelayaran bebas di perairan dekat Kepulauan Paracel. Pemerintah komunis Tiongkok marah karenanya. Namun, militer AS mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional. Hal mana membuat Beijing hanya bisa melampiaskan kemarahan dengan “mengentak-entakkan kaki”

Pada 11 Juli bertepatan dengan 5 tahun dikeluarkannya putusan arbitrase Laut Tiongkok Selatan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam pernyataannya menyebutkan bahwa keputusan arbitrase telah menolak sebagian besar klaim Beijing atas perairan di Laut Tiongkok Selatan. Namun, Beijing terus menolak putusan pengadilan arbitrase.

Blinken juga mengajukan kembali kebijakan AS atas klaim Laut Tiongkok Selatan yang diumumkan pada 13 Juli 2020 oleh Menlu AS saat itu Mike Pompeo. 

Pada saat itu Mike Pompeo mengatakan : “Klaim kepemilikan Beijing atas sebagian besar lepas pantai Laut Tiongkok Selatan benar-benar ilegal. Melalui cara intimidasi ia ingin mengontrol wilayah itu”.

Dalam pernyataannya, Blinken menghendaki pemerintah komunis Tiongkok mematuhi kewajibannya di bawah hukum internasional. Selain itu, menghentikan perilaku provokatif, dan mengambil langkah-langkah untuk meyakinkan masyarakat internasional bahwa pemerintah komunis Tiongkok berkomitmen untuk mempertahankan tatanan maritim berbasis hukum internasional dan menghormati hak semua bangsa, baik besar maupun kecil.

Armada Ketujuh Angkatan Laut AS menyatakan bahwa kapal perusak USS. Benford melakukan Operasi Navigasi Bebas (FONOP) di perairan dekat Kepulauan Paracel pada hari Senin, 12 Juli.

Seorang juru bicara dari Komando Militer Wilayah Selatan Tiongkok pada hari Senin mengeluarkan pernyataan protes terhadap Amerika Serikat yang dituduh menjadi pihak  menciptakan risiko keamanan di Laut Tiongkok Selatan, dan kejadian ini adalah bukti kuat lain dari hegemoni navigasi agresif dan militerisasi Amerika Serikat. 

Zhao Lijian, Kementerian Luar Negeri komunis Tiongkok mengatakan bahwa resolusi arbitrase Laut Tiongkok Selatan adalah “sepotong kertas tak berguna”, dia ingin Amerika Serikat berhenti menyalahgunakan hukum internasional dan berhenti memprovokasi masalah Laut Tiongkok Selatan”.

Pada 12 Juli, situs web resmi Armada ke-7 AS juga mengeluarkan pernyataan keras, bahwa apa yang dikatakan oleh pemerintah komunis Tiongkok itu sama sekali tidak masuk akal dan bahwa langkah AS sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional. 

Selain itu situs web juga melampirkan 3 lembar foto yang diambil selama USS. Benford melakukan “pelayaran bebas” di perairan bebas dekat Kepulauan Paracel.

Pada 12 Juli USS Benfold (DDG-65) melakukan pelayaran bebas di perairan dekat Kepulauan Paracel dan mengirim 3 lembar foto sebagai tanggapan terhadap pemerintah komunis Tiongkok. (Situs web resmi Armada Ketujuh Angkatan Laut AS)
Pada 12 Juli USS Benfold (DDG-65) melakukan pelayaran bebas di perairan dekat Kepulauan Paracel dan mengirim 3 lembar foto sebagai tanggapan terhadap pemerintah komunis Tiongkok. (Situs web resmi Armada Ketujuh Angkatan Laut AS)
Pada 12 Juli USS Benfold (DDG-65) melakukan pelayaran bebas di perairan dekat Kepulauan Paracel dan mengirim 3 lembar foto sebagai tanggapan terhadap pemerintah komunis Tiongkok. (Situs web resmi Armada Ketujuh Angkatan Laut AS)

Pernyataan itu menyebutkan : Pernyataan yang dibuat oleh pemerintah komunis Tiongkok mengenai misi militer AS ini jelas tidak benar. Kapal perusak USS Benford melakukan pelayaran bebas sesuai dengan hukum internasional dan akan terus beroperasi secara normal di perairan internasional. Tindakan ini mencerminkan upaya kami untuk mempertahankan Janji kebebasan navigasi dan penggunaan laut secara legal. Amerika Serikat akan terus terbang, berlayar, dan bergerak ke mana pun yang diizinkan oleh hukum internasional seperti USS Benford. Dan apapun yang dikatakan oleh pemerintah komunis Tiongkok tidak akan dapat menghentikan langkah kami.”Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat mengutuk dan menentang klaim maritim yang tidak berdasar di seluruh dunia. Terlepas dari siapa penggugatnya. Komunitas internasional harus memainkan peran abadi dalam menjaga kebebasan maritim, yang sangat penting bagi keamanan, stabilitas, dan kemakmuran dunia.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat akan terus menjunjung tinggi prinsip kebebasan navigasi. 

Selama beberapa negara terus mengadvokasi pelanggaran Konvensi Hukum Laut tahun 1982 dan membatasi hak dan kebebasan maritim yang dinikmati oleh semua negara, Amerika Serikat akan terus mempertahankan hak dan kebebasan ini. Tidak ada anggota masyarakat internasional yang boleh menyerahkan hak dan kebebasannya karena intimidasi atau paksaan.

Pernyataan itu menekankan bahwa militer AS melakukan operasi di Laut Tiongkok Selatan setiap hari, seperti yang telah terjadi selama lebih dari satu abad. Mereka akan terus bekerja sama secara erat dengan sekutu dan mitra yang berpikiran sama untuk menjaga ketertiban internasional yang bebas dan terbuka. (sin)

Share

Video Popular