Erabaru.net. Di usia 14 tahun, anak seharusnya menjalani kehidupan yang menyenangkan, mereka pergi ke sekolah, bermain dengan teman sebayanya untuk menikmati masa remajanya. Tetapi, bagi Yuan Qiyun, dia harus putus sekolah dan menjadi “ibu” dari anak berusia 1 tahun. Apa yang terjadi pada gadis ini ? Bagaimana dia bisa menjadi seorang ibu pada usia 14 tahun?

Apa yang biasanya dilakukan oleh anak berusia 14 tahun tampaknya hanya menjadi “mimpi” bagi Yuan Qiyun. Alih-alih menikmati masa kecil tanpa beban di usianya itu, dia sudah menanggung beban keluarga sejak dini. Yuan Qiyun telah menjadi “ibu kecil” untuk anak laki-laki berusia 1 tahun, dan dia juga harus merawat ayah angkat yang sakit parah, serta seorang kakek berusia 80 tahun.

Orang dewasa bahkan mungkin tidak akan sanggup menjalani kehidupan seperti ini, tetapi Yuan Qiyun yang berusia 14 tahun tetap bertahan setiap hari.

Selama wawancara, teman sekelas Yuan Qiyun mengatakan bahwa Qiyun tidak memiliki harapan dan masa depan, dan hal paling umum yang dia lakukan setiap hari adalah “menangis”.

Ternyata Yuan Qiyun adalah anak angkat. Orangtua angkatnya selalu memperlakukannya dengan sangat baik, dia memiliki kehidupan yang sangat bahagia pada awalnya. Bahkan ketika Qiyun sakit, ayahnya merawatnya selayaknya putri kandungnya sendiri.

Namun, karena hal yang tak terduga, ibu angkatnya tiba-tiba pergi dan ayah angkatnya menikah lagi, dan melahirkan adik laki-laki. Ibu tirinya memiliki sifat yang tidak baik. Ketika ayah angkatnya sakit parah, ibu tirinya tidak hanya tidak mau merawatnya, dia malah meninggalkan rumah dan meninggalkan adik laki-lakinya yang berusia lebih dari satu tahun.

Qiyun pun tidak berdaya. Bagaimanapun juga dia adalah adik laki-lakinya, jadi, dia tidak punya pilihan selain putus sekolah untuk merawat adiknya dan ayahnya yang sakit. Dengan cara ini, Qiyun menjadi “ibu kecil” di usianya yang masih 14 tahun.

Dalam kehidupan, tidak ada anak yang mau mengasuh saudara tiri, apalagi dia bahkan tidak ada hubungan darah dengan ayah angkatnya, dia bisa saja menyingkirkan adik laki-lakinya ini. Tetapi Qiyun memilih untuk mengambil tugas penting ini di usianya yang seharusnya untuk bersenang-senang dan menjadi “ibu kecil” untuk adiknya.

Karena beban hidupnya, Yuan Qiyun juga mengalami tekanan yang berat. Menurut teman-teman sekelasnya, satu-satunya cara Yuan Qiyun untuk melampiaskan adalah dengan menangis, dan setelah menangis, dia akan memaksa dirinya untuk menjadi kuat.

Bagaimanapun juga, dia adalah seorang anak yang baru berusia 14 tahun, tapi Yuan Qiyun tetap bertahan.

Begitu kisah Qiyun tersebar, ada netizen yang bertanya :“ Haruskan dia membesarkan anak kedua dari orang tuanya ?”

Netizen lain menulis: “Orangtua tidak meminta persetujuan anak ketika memiliki anak kedua, akibatnya. ketika hal tidak diinginkan terjadi, anak pertama harus bertanggung jawab membesarkan anak kedua, apakah ini adil ?”

 

Ketika ditanya apakah dia akan mencari orangtua kandungnya, Yuan Qiyun mengatakan kepada wartawan dengan nada tegas: “Mereka meninggalkan saya dengan kejam, mengapa saya harus mencari mereka? Orangtua saya adalah orangtua angkat saya yang sekarang! “

Meski hidup begitu keras, dia tetap tersenyum cerah saat menanggung beban hidupnya. Ketika dia tidak bisa menahannya, dia hanya akan menangis sekeras-kerasnya dan mencoba menjadi kuat. Sungguh gadis yang luar biasa. (lidya/yn)

Sumber: viewinews

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular