oleh Wu Minzhou 

Sebuah media asing melaporkan bahwa semakin banyak pembuat video dan audio seperti YouTuber atau influencer, yang diiklankan sebagai penggemar komunis Tiongkok, mereka berusaha membela rezim Beijing dengan menyampaikan informasi-informasi untuk mengcounter berita tentang pemerintah komunis Tiongkok terlibat dalam menutupi fakta epidemi, masalah penindasan terhadap etnis minoritas di Xinjiang, isu Hongkong dan lainnya yang merugikan Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Selain itu, mereka juga ikut menyebarkan informasi palsu yang dibuat pemerintah komunis Tiongkok. Seorang karyawan dari media corong PKT ‘Global Television Network’ (CGTN) mengungkapkan bahwa, CGTN telah membentuk tim yang dinamakan ‘Unit Selebriti Internet” yang bertugas untuk menyampaikan informasi yang mengcounter berita-berita asing yang tidak dikehendaki PKT. Belakangan ini Atasan menginstruksikan pengiriman orang asing ke Xinjiang untuk difungsikan sebagai “juru bicara” bagi rezim.

Media BBC menerbitkan sebuah artikel khusus pada 11 Juli 2021 yang mengekspos metode rezim Beijing memanfaatkan influencer atau selebriti Internet asing, Tujuannya untuk mempercantik berita yang disampaikan kepada dunia. Tak lain, dalam rangka membantu pemerintah komunis Tiongkok yang mana kredibilitasnya semakin menurun. 

BBC dalam laporannya menyebutkan, beberapa orang ekspatriat Inggris seperti Barrie Jones, Jason Lightfoot dan tim ayah-anak Lee and Oli Barrett, mereka menggunakan platform mereka untuk mengomentari pihak Barat yang menuduh pemerintah komunis Tiongkok berbohong dan penilaian-penilaiannya terhadap kebijakan yang diterapkan Beijing. 

Selain itu, mereka ini juga sering muncul dalam film-film yang disiarkan oleh CGTN, media elektronik di bawah naungan CCTV yang mengkhususkan diri pada siaran untuk dunia.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa dibandingkan dengan platform audio-visual Tiongkok, yang bersyarat dan ketentuan ketat dalam mem-posting konten. Tetapi, tidak begitu bagi banyak YouTuber ini, mereka selain memiliki ratusan ribu penggemar, video mereka bebas disebarkan dan dikomentari oleh pengguna nasionalis. Bahkan dalam beberapa kasus, mereka akan menerima bantuan dari pejabat lokal atau media resmi dari komunis Tiongkok.

Dalam sebuah video, tim ayah dan anak Lee and Oli Barrett mengungkapkan, bahwa media corong PKT ‘China Radio International’ dan lembaga lainnya bersedia membayar biaya transportasi, tiket pesawat, dan akomodasi lainnya sebagai imbalan atas diri dan putranya mengomentari perjalanan mereka di media resmi.

Namun, ketika ditanya tentang pertanyaan yang relevan, Barrett dan putranya dengan tegas membantahnya, bahkan menegaskan bahwa mereka tidak mempublikasikan informasi palsu atas nama pemerintah komunis Tiongkok dan menyangkal bahwa mereka dibayar atas konten yang dipublikasikan.

CGTN membentuk departemen selebriti Internet untuk memanipulasi tren opini publik 

Selebriti internet asing lainnya, Jones, menerbitkan film berjudul ‘Bagaimana beberapa media Barat mendistorsi fakta tentang Xinjiang ?’ dan mengaku dirinya adalah jurnalis Inggris. 

Film tersebut diunggah ke saluran YouTube CGTN, bahkan Kementerian Luar Negeri Tiongkok juga menggunakan rekaman tersebut dalam siaran pers harian mereka.

Jones mengatakan bahwa tuduhan tentang keterlibatannya dalam penyebaran informasi palsu adalah hal “konyol”. 

Dia juga menekankan : “Baik Tiongkok maupun pemerintah Tiongkok tidak pernah membayar saya untuk melakukan sesuatu. Sebenarnya, jika mereka memberikan, saya akan menerimanya”.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa tampaknya semakin banyak orang asing yang ditarik ke dalam kegiatan propaganda media resmi Tiongkok. 

Sejumlah sumber orang dalam CGTN yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa, CGTN saat ini sedang berfokus dalam memanfaatkan selebriti internet dan orang-orang asing berpengaruh untuk mengcounter berita-berita media asing yang merugikan pemerintah komunis Tiongkok, termasuk mendirikan departemen baru yakni selebriti Internet, dan menghubungi orang-orang asing, menggunakan film mereka atau ikut memproduksi film. 

Baru-baru ini, beberapa departemen bahkan menerima instruksi untuk mengatur pengiriman orang asing ke Xinjiang agar orang-orang asing ini yang mengomentari isu-isu Xinjiang, jadi “Jubir” bagi komunis Tiongkok.

Menggunakan halaman web palsu untuk mencuci lalu lintas web dan akun palsu untuk mencuci pesan pengguna

Meskipun platform YouTube tidak dapat digunakan di Tiongkok karena diblokir oleh pemerintah komunis Tiongkok, tetapi para pembuat video dan audio yang dapat menghasilkan uang dengan menggembar-gemborkan PKT ini dapat dengan cepat mendapatkan puluhan ribu penayangan dan ratusan komentar dari banyak pendukung nasionalis.

Peneliti keamanan siber Australia Robert Potter mengatakan bahwa, meskipun beberapa video memang menarik opini dan dukungan nyata, ada bukti bahwa akun robot palsu dengan giat mempromosikan akun tertentu.

Dia menjelaskan, meskipun YouTube telah membuat beberapa peraturan untuk mencegah pengguna berulang kali membuka video untuk mendapatkan jumlah penayangan yang besar, tetapi beberapa pengguna akan mengklik video dengan cara memposting ulang URL video di situs web berita palsu daripada mengklik di YouTube. Pemutaran ulang video mencoba menipu YouTube dan memperlakukannya sebagai sudut pandang yang sah.

Robert Potter mengatakan bahwa, dia mengamati aktivitas serupa di video Jones. Ada banyak halaman berita palsu yang ditautkan ke video Xinjiang-nya, dan banyak komentar yang disampaikan oleh pengguna yang jelas-jelas baru bergabung. 

“Orang yang sama membuat akun palsu pada waktu yang hampir bersamaan dan membuat komentar berulang kali”, katanya. (Sin)

Share

Video Popular