Liu Haiying –  NTD

Seorang pejabat pemerintah dari negara kepulauan Karibia, Haiti  pada Jumat (9/7/2021) mengatakan setelah Presiden Jovenel Moise dibunuh, Haiti  meminta Amerika Serikat dan PBB agar mengirimkan pasukan untuk membantu menjaga pelabuhan, bandara serta keamanan di sejumlah objek strategis

Minggu lalu, setelah Presiden Haiti Jovenel  Moise dibunuh oleh tentara bayaran asing, Haiti meminta Amerika Serikat dan PBB untuk mengirim pasukan untuk membantu melindungi Haiti.

Menteri Urusan Pemilihan Umum Haiti,  Mathias Pierre mengatakan, pihaknya percaya bahwa infrastruktur di Haiti, seperti pelabuhan, bandara, dan fasilitas energi, dapat menjadi sasaran serangan.”

Amerika Serikat menolak permintaan bantuan militer, tetapi berjanji untuk membantu penyelidikan, sementara PBB mengatakan sedang meninjau permintaan Haiti. Pemerintah Kolombia juga berjanji akan membantu penyelidikan.

Haiti telah menangkap 15 orang Kolombia karena dicurigai membunuh Moise, beberapa di antaranya adalah veteran militer.

Selain itu, dua tersangka warga Haiti-Amerika yang ditangkap juga dipastikan adalah James Solakis dan Joseph Vincent dari Florida.

Menurut polisi Haiti, tiga orang lainnya tewas dan delapan lainnya masih buron. Polisi masih mengejar dalang utamanya.

Kedutaan Besar Taiwan di Port-au-Prince mengatakan, polisi menangkap sebelas orang yang mencoba masuk ke gedung kedutaan Kamis (8/7/2021) pagi lalu.

Saat ini, pejabat Haiti belum mengumumkan motif pembunuhan Presiden Moise.

Moise menghadapi tekanan untuk mengundurkan diri karena tuduhan korupsi, pengelolaan dana rekonstruksi yang buruk, dan peningkatan kontrol atas kekuasaan.  (hui)

 

Share

Video Popular