Erabaru.net. Ketika ada lebih dari satu anak dalam keluarga, tidak mudah bagi orangtua untuk benar-benar berlaku adil. Biasanya orangtua akan lebih perhatian pada anaknya yang lebih kecil. Karena mereka belum dapat mengurus diri sendiri dan masih membutuhkan perhatian orangtua, sehingga orangtua terkadang meminta anak yang lebih tua untuk selalu mengalah dan perhatian pada adiknya.

Kisah yang akan kita ceritakan hari ini juga berkaitan dengan bagaimana orangtua memperlakukan anaknya.

Beberapa waktu lalu, seorang ibu secara tidak sengaja melihat buku catatan putri sulungnya yang penuh dengan keluhan terhadap ibunya. Bahwa putrinya memiliki banyak keluhan dan rasa sakit yang tersembunyi di dalam hatinya .

Menurut laporan media Hong Kong, ibu tersebut memiliki seorang putri berusia 7 tahun dan seorang putra berusia 3 tahun. Putrinya sangat bijaksana ketika adik laki-lakinya lahir, dan sering mengambil inisiatif untuk mengurus adik laki-lakinya.

Karena menurut sang ibu putri sulungnya sudah bisa mengurus dirinya sendiri, dia pun memusatkan hampir semua perhatiannya pada adik laki-lakinya.

Sampai suatu ketika, dia melihat kedua anaknya sedang memperebutkan mainan, dan putri sulungnya tidak mau memberikannya kepada adik laki-lakinya. Ketika adik laki-lakinya mulai melawan, ibu menariknya putri sulungnya, dan mengatakan padanya, : “Xiao, segera berikan mainan itu kepada adik laki-lakimu, jika dia sudah bosan, dia juga akan segera mengembalikannya kepadamu !”

Sampai suatu hari, ketika sang ibu sedang membersihkan kamar, dia secara tidak sengaja menemukan buku catatan yang ditulis oleh putrinya, yang mengatakan, : “Adik memukul saya dan saya melawan, tetapi ketika saya memukulnya, ibu memarahi saya.”

Sang ibu menyadari ada masalah besar dalam diri putrinya. Dia kemudian membuka-buka lembaran buku dan menemukan gambar hati yang menunjukan bahwa setengah hati ibunya diberikan pada ayah, setengahnya seharusnya dibagi rata antara dia dan adiknya, tapai dia mendapat bagian kecil dari hati ibunya.

Bahkan dalam catatan yang lebih panjang, sang putri menulis perasaannya sendiri dengan kesal,: “Bu, saya tahu kamu tidak mencintaiku sama sekali. saya sangat membencimu, saya lebih baik mati daripada menjadi anakmu, saya juga lebih baik memakan kotoran atau terlahir menjadi sapi daripada menjadi anakmu .”

Setiap kata dan setiap kalimat penuh dengan kekesalan hatinya terhadap ibunya. Sejak itu, sang ibu akhirnya menyadari bahwa putrinya yang selama ini dianggapnya sudah dewasa, juga masih membutuhkan perhatian orangtuanya. Dia merasa menyesal dengan sikapnya selama ini dan berkata akan lebih memperhatikan dan memberi putrinya lebih banyak cinta.

Setelah membacanya, netizen lain meninggalkan pesan yang mengatakan,:

“Orangtua harus bersikap adil ketika membesarkan anak-anak mereka, karena luka yang diderita saat kecil cenderung menjadi sesuatu yang sulit untuk disembuhkan ketika mereka tumbuh dewasa.”

“Anak tertua juga butuh perhatian, bagaimanapun juga mereka tetap masih anak-anak.”

“Ibu harus lebih bersikap adil.”

Hati anak sangat sensitif, jadi orangtua memang harus lebih berhati-hati saat membesarkan lebih dari satu anak.(lidya/yn)

Sumber: sportswld

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular