Erabaru.net. Pada tanggal 4 Juni lalu, seorang wanita di Zhengzhou, Henan, Tiongkok duduk di bibir jendela kantor bosnya, mengancam akan melompat jika bosnya tidak membayar gajinya. Kantor ini terletak di lantai 16. Wanita itu duduk di bibir jendela tampak bersiap untuk melompat, itu sangat krusial. Namun, alih-alih menjadi panik, si bos dengan santai menyeduh teh dan berkata: “Saya tidak punya uang.”

Menurut wanita itu, bosnya berutang gajinya 5.400 yuan (sekitar Rp 12 juta). Wanita itu telah memintanya beberapa kali, tetapi tidak membuahkan hasil.

Bosnya selalu mengatakan tidak punya uang. Wanita itu awalnya ingin berbicara dengan bosnya tentang gajinya lagi, tetapi melihat respon si bos sebelumnya, dia pun memilih cara ekstrim ini, dan berharap dapat memaksa si bos untuk membayar gajinya.

Setelah polisi tiba di tempat kejadian, wanita itu masih duduk di bibir jendela dengan emosional, mengatakan bahwa dia akan turun sebelum bosnya membayar gajinya, tetapi, sang bos sama sekali tidak panik. Dia bahkan menuangkan secangkir teh untuk dirinya sendiri dan mengatakan kepada wanita itu,: “Silahkan melompat, saya tidak punya uang.”

Seorang polisi berkata kepada si bos, :“Anda tidak memiliki 5200 yuan di kantor sebesar ini?” Namun, si bos tetap memberikan jawaban yang sama.

Setelah polisi membujuk wanita itu berulang kali, wanita itu tetap menolak untuk turun dari jendela dan mendesak si bos membayar gajinya.

Si bos itu kemudian mengatakan: “Apakah kamu tidak tahu orang macam apa saya ini? Jika saya mengatakan tidak punya uang, itu berarti saya memang tidak punya uang.”

Wanita itu kemudian membalasnya,: “Saya tidak tahu orang seperti apa Anda, yang saya tahu adalah Anda berhutang lebih dari 5.000 yuan kepada saya selama lebih dari setengah tahun dan Anda selalu menolak untuk memberikannya kepada saya. Saya ingin g gaji saya dibayar hari ini!”

Wanita itu dapat terlihat berada di bibir jendela dengan kendaraan yang berjalan di bawahnya, dalam kondisi berbahaya dan menegangkan. Sementara si bos di sebelahnya sama sekali tidak panik dan malah menikmati minum tehnya.

Beberapa petugas polisi yang ada di sana tampak tengan dan was-was, mereka membujuk wanita itu untuk turun dan berbicara baik-baik bersama bosnya.

Petugas pemadam kebakaran dan tentara juga tiba di lokasi. Pada saat wanita itu terus berbicara kepada bosnya agar gajinya dibayar, petugas pemadam kebakaran dengan diam-diam mengambil kesempatan untuk mendekati wanita tersebut dan secara paksa menariknya menjauh dari jendela.

Setelah berhasil membawanya menjauh dari jendela, wanita itu sepertinya tahu bahwa dia tidak akan mendapatkan uangnya lagi kali ini, dan tidak bisa menahan diri untuk berteriak dengan putus asa.

Kemudian polisi membawa wanita itu dan bosnya ke kantor untuk dimintai keterangan. Jika pernyataan wanita itu salah, dia akan dianggap sebagai orang yang melakukan kejahatan yang memancing masalah. Namun, jika bosnya sebenarnya mampu membayar namun menghindar untuk membayar, itu juga merupakan kejahatan menolak membayar upah tenaga kerja dan terancam dengan pidana penjara paling lama 3 tahun. (lidya/yn)

Sumber: sohu

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular