Erabaru.net. Kebaikan hati adalah sifat alami manusia dan cahaya lembut yang tidak bisa dihancurkan dalam hidup. Jauh di lubuk hati setiap orang, ada standar untuk menilai sesuatu, dan standar ini disebut hati nurani. Namun, tidak jarang kita temukan orang yang tidak memiliki hati nurani dan menyalahgunakan kebaikan seseorang.

Baru-baru ini, ada sebuah insiden di sebuah kuil di Jepang. Orang yang sama telah mencuri uang dari kotak amal sebanyak 5 kali, dengan total 40.000 yen (sekitar Rp 5 juta).

Kepala biara yang welas asih percaya bahwa pencuri itu melakukan semua ini karena kesulitan dalam hidup dan tidak memiliki cara lain. Jadi kepala biara meninggalkan amplop berisikan surat dan sedikit uang di kotak amal, berharap dapat merubahnya menjadi orang lebih baik. Ketika pencuri itu datang kembali, dia melakukan sesuatu yang sangat mengecewakan kepala biara. Akhirnya kepala biara tidak memiliki cara lain selain memanggil polisi.

Menurut Japan News Network, ada sebuah kuil yang bernama “Kuil Nagasho-ji” di Kota Kamisu, Prefektur Ibaraki, Jepang, yang dekat dengan laut.

Kotak amal kuil tersebut terletak di pintu, dan lokasinya sangat mencolok dan mudah menjadi sasaran orang-orang yang tidak bermoral untuk mencuri. Awalnya, kotak amal dikunci, tetapi setelah rusak, kuil tidak mengubah kuncinya lagi dan karena hal ini pencurian pun terjadi.

Di kulit juga terpasang kamera CCTV, sehingga penampilan orang itu terlihat dengan jelas. Pencuri itu adalah seorang pria yang mengenakan jaket biru yang sama setiap kali dia mencuri. Dia muncul di depan kuil dengan sepeda, berjalan ke kuil dan menunggu kesempatan untuk mengambil uang yang ada di dalam kotak amal saat sudah tidak ada orang di sekitar.

Selain uang dari kotak amal, dia juga mengambil minuman persembahan yang ada di atas meja para dewa.

Dari tanggal 7 hingga 27 Juni, pencuri datang ke kuil dengan total sebanyak 5 kali.

Meskipun dia melakukan ini beberapa kali, kepala biara yang baik hati itu masih bersedia memberinya kesempatan untuk berubah, berharap belas kasihnya dapat mempengaruhinya.

Dia pun memutuskan untuk meninggalkan surat di kotak amal dan berpikir bahwa pencuri itu akan mengubah jalannya setelah membaca surat itu.

Kepala biara menulis di amplop: “Kepada pencuri, saya harap Anda dapat mengembalikan uang dari kotak amal yang Anda ambil, dan tolong jangan lakukan itu lagi.”

Selain menulis surat, kepala biara juga memasukkan sedikit uang ke dalam amplop agar dia bisa membeli makanan untuk mengisi perutnya.

Ternyata pencuri tidak mengambil amplop itu dan tanpa diduga dia datang lagi ke kuil beberapa hari kemudian dan melakukan aksi yang membuat kepala biara kecewa.

Menurut peraturan kuil, pengunjung harus melepas sepatu mereka saat memasuki kuil. Namun, pencuri itu tidak hanya mengambil uang dari kotak amal tetapi dia bahkan memakai sepatu dan menendang kotak amal.

Kotak amal itu berisi uang yang diberikan oleh orang-orang dengan kepercayaan dan ketulusan hati. Namun, pencuri itu menginjak-injak persembahan orang lain dan benar-benar membuat kepala biara kecewa!

Pada akhirnya, kepala biara memilih untuk memanggil polisi, dan dia berharap pencuri itu akan menyesali perbuatannya.(lidya/yn)

Sumber: viewinews

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular