Erabaru.net. Di sore hari, Matahari masih agak terik dan seekor burung unta betina sedang mengerami telurnya. Dia memiliki leher yang panjang seperti ular dan terlihat sedang menundukkan kepala dengan sangat rendah dan hampir menyentuh tanah. Semakin rendah tubuhnya, semakin kecil kemungkinannya untuk terlihat oleh binatang buas.

Setelah Matahari terbenam, burung unta betina akan beristirahat, dan kemudian burung unta jantan akan datang menggantikannya untuk menjaga telur. Burung unta merupakan hewaan penganut poligami, satu sarang telur biasanya akan dierami oleh 2-4 ekor burung unta betina.

Secara umum, burung unta betina bertanggung jawab untuk mengerami telurnya pada siang hari, dan burung unta jantan bertanggung jawab pada malam hari.

Matahari perlahan-lahan menarik kembali kekuatannya, melihat burung unta hendak bergantian untuk menjaga telurnya, ada dua ekor singa yang dengan perlahan-lahan berjalan menuju ke sarang telur burung unta. Telur burung unta adalah makanan langka untuk hewan di padang rumput seperti singa, hyena, macan tutul, anjing liar, dan burung pemangsa di angkasa, dan mereka sangat menyukai rasa telur burung unta.

Burung unta memiliki tinggi 2,5 meter, memiliki kecepatan lari maksimal 72 kilometer per jam, dan memiliki daya tahan yang sangat baik, mereka dapat berlari terus menerus dengan kecepatan 50 kilometer per jam dan dapat berlari lebih dari 5 menit. Jelas, mereka dapat berlari lebih cepat daripada hewan lain.

Kembali ke singa yang hendak memakan telur burung unta, jadi, bagaimana burung unta yang sedang mengerami telurnya sendirian dapat melindungi telurnya dari singa-singa yang lapar?

 

Burung unta diam-diam akan menyembunyikan telurnya yang putih berkilauan dengan rumput kering di sekitarnya, selama singa tidak menginjaknya, tentu saja dia tidak akan menemukannya.

Segera setelah itu, burung unta itu akan menggunakan “strategi” lain. Dia diam-diam mereka akan berlari sejauh 100 meter dari sarangnya, dan tiba-tiba mengekspos dirinya ke singa dengan sayapnya terkulai, tertatih-tatih, berpura-pura sakit dan lemah. Sepintas, dia terlihat seperti sasaran yang bisa dengan mudah untuk dimangsa.

Ketika kedua singa itu melihatnya, mereka sangat gembira, dan mulai mempercepat ke burung unta.

Saat singa itu mulai menjauh dari sarangnya dan mendekati mereka, burung unta mulai berlari cepat, meski sayapnya tidak bisa untuk terbang, mereka digunakan untuk menjaga keseimbangan dan mengendalikan arah. Begitu singa tidak dapat mengejar lagi, burung unta segera berbelok tajam. Segera, singa pun telah kehilangan pandangan dan tidak lagi memiliki kekuatan untuk mengejar burung unta, dan mereka juga tahu bahwa mereka telah ditipu !

Setelah burung unta berhasil mengatasi singa, dia akan memeriksa telur dan menemukan bahwa burung unta jantan telah datang untuk mengambil alih.

Menghadapi bahaya, burung unta tidak akan mengubur kepala mereka di pasir dan memilih untuk melarikan diri, seperti yang dikatakan legenda. Mereka akan menghadapi kesulitan dengan bijaksana, dan mereka bahkan akan mengambil risiko demi menyelamatkan generasi berikutnya. Sungguh hewan yang cerdik ! (lidya/yn)

Sumber: animefans21

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular