Erabaru.net. Zaman sekarang mengurus anak bukanlah hal yang mudah, karena anak-anak bisa menjadi sangat nakal, dan sering kali menimbulkan banyak masalah dalam hidup mereka dan mengharuskan orangtua untuk menyelesaikan masalah anak-anaknya.

Khususnya, ketika mereka mengajak anak berbelanja. Orangtua harus mencegah segala macam situasi “tak terduga” yang disebabkan oleh anak-anak mereka seperti saat anak-anak mereka berteriak-teriak agar dibelikan sesuatu. Ada juga anak yang mengambil barang secara diam-diam ketika orangtua mereka tidak mau membelikan sesuatau brang yang dia sukai. Situasi yang terakhir ini jelas lebih sulit dan memerlukan penanganan yang tepat oleh orangtua.

Beberapa waktu lalu, ada seorang ibu yang membawa anaknya ke supermarket dan anak itu diduga telah mengambil barang dengan diam-diam, dan karyawan supermarket meminta untuk menggeledah tubuhnya.

Karena gigi putrinya bermasalah dengan giginya, ibunya tidak mau memberikan makanan ringan seperti permen dan es krim. Putrinya baru berusia 5 tahun merasa kesal karena permintaannya selalu tidak dituruti. Dia pun mencoba membuat orangtuanya berkompromi dengan merengek namun keputusan ibunya tetap tidak dapat diubah.

Pada hari itu, Ibunya membawa putrinya ke supermarket untuk membeli makanan dan kebutuhan sehari-hari. Putrinya melihat kesempatan ini dan merengek, meminta ibunya untuk membelikan permen, tetapi ibu tetap menolak dengan tegas.

Tanpa diduga, putrinya diam-diam mengambil sekantong permen di rak dan menyembunyikannya di saku celananya. Setelah ibu selesai membayar,begitu mereka keluar dari pintu supermarket alarm berbunyi . Pada saat itu, staf supermarket pun mendatangi mereka untuk memeriksa.


Reaksi pertama ibu adalah bertanya, :“Apakah alarm supermarket bermasalah?” Tetapi staf mengatakan tidak. Lantas mereka diminta keluar satu persatu. Ketika putrinya lewat, alarm berbunyi lagi, pada saat itu, ekspresi putrinya terlihat merasa bersalah. Staf supermarket berkata tanpa belas kasihan: “Anak Anda telah mencuri sesuatu dan saya akan melakukan penggeledahan tubuh !”

Ibu yang mendengar staf supermarket merasa tidak senang dengan kata-katanya, dan bertanya pada mereka,: “Anda yakin bahwa anak saya telah mencuri sesuatu? Jika tidak, menggeledah anak di depan banyak orang adalah sama dengan mempermalukan dirinya?” Akhirnya staf tidak jadi menggeledah anak itu.

Begitu ibu itu dan putrinya sampai di tempat parkir, putrinya mengeluarkan permen yang dia ambil di supermarket dari saku celananya dan berkata dengan menyesal, : “Bu, saya bersalah!”

Ibu itu segera kembali ke supermarket bersama putrinya, dan keduanya meminta maaf kepada staf dan bersedia menggandakan uang untuk permen itu.

Setelah kembali ke rumah, ibu itu menetapkan peraturan pada putrinya : putrinya akan mendapatkan uang untuk membeli permen setelah melakukan pekerjaan rumah.

Anak kecil acap kali akan melakukan kesalahan namun yang terpenting adalah kesadaran mereka dan kemauan untuk berubah. Terlepas dari permen yang dia ambil, tindakan anak kecil yang mengaku kesalahannya ini pantas diacungi jempol! (lidya/yn)

Sumber: quwenshare

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular