Erabaru.net. Juga disebut sebagai Siamese Twins, Daisy dan Violet Hilton adalah kembar siam yang lahir pada awal abad ke-20 di Inggris. Mereka terhubung di pinggul dan bokong. Saat mereka lahir, para dokter mengatakan bahwa jika mereka dipisahkan, salah satu atau keduanya akan meninggal.

Jika mereka lahir hari ini, saya yakin mereka akan dipisahkan melalui pembedahan karena mereka tidak seperti kebanyakan kembar siam. Keduanya memiliki organ sendiri dan hanya berbagi sirkulasi darah.

Ibu Daisy dan Violet meninggalkan mereka tak lama setelah mereka lahir. Mereka menghabiskan masa kecil mereka dengan ditampilkan dalam tayangan slide. Mereka menjadi sangat terkenal setelah pindah ke Amerika Serikat. Kemudian bahkan muncul di beberapa film.

Namun, sebelum menerima emansipasi, mereka sangat menderita di tangan wali mereka.

Berikut ini sekilas kehidupan tragis salah satu kembar siam paling terkenal dalam sejarah modern.

Mereka Akan Meningga dalam Satu Bulan

(Foto: Daily Mail)

Lahir di Brighton, Inggris, pada Februari 1908, Daisy dan Violet Hilton adalah kembar siam yang terhubung di panggul dan bokong. Pada hari mereka lahir, dokter mengatakan bahwa mereka akan meningga; dalam waktu satu bulan. Namun, mereka hidup selama enam puluh tahun berikutnya.

Ibunya Menganggap Mereka Monster

(Foto: LaibaNoman)

Kate Skinner, ibu Daisy dan Violet, pada saat mereka lahir di luar nikah. Ini adalah waktu ketika anak-anak dengan cacat lahir itu dianggap sebagai ‘monster’ di Inggris Raya. Skinner percaya bahwa ini adalah hukuman atas dosa-dosanya sehingga dia menjualnya kepada Mary Hilton.

“Saya Tidak Akan Merawat Para Monster Ini,’ kata ibunya.

Daisy dan Violet menyebut Mary sebagai “Bibi”. Mary segera menyadari bahwa dia sebenarnya dapat memanfaatkan kondisi mereka.

Sementara itu, ibu kandung mereka, Skinner, memiliki dua anak lagi, seorang anak laki-laki bernama Frederick pada tahun 1910, dan seorang gadis bernama Ethel Kate pada tahun 1912. Skinner meninggal dunia pada usia 25 tahun, hanya sebulan setelah Ethel lahir.

Mereka Dipajang untuk Tontonan

(Foto: Grunge)

Mary Hilton melihat kondisi kembar siam mereka sebagai peluang, Dia memutuskan untuk menampilkan gadis-gadis itu di ruang belakang pub di Inggris untuk tontonan. Orang bisa melihat si kembar setelah membayar dua sen. Beberapa orang biasanya mengangkat baju mereka untuk melihat apakah mereka benar-benar menyatu atau tidak. Daisy dan Violet menulis di buku mereka.

“Kenangan kami yang paling awal dan satu-satunya adalah bau tajam dari ale coklat, cerutu dan pipa serta gerakan tangan para pengunjung yang selalu mengangkat pakaian kami untuk melihat bagaimana kami terikat satu sama lain,” tulis mereka dalam bukunya.

Penganiayaan Mental dan Fisik

(Foto: Messy Nessy)

Mary sangat aktif secara seksual dan memiliki beberapa pria dalam hidupnya. Si kembar malang itu dianiaya secara fisik dan emosional oleh Mary dan pria yang dia kencani selama bertahun-tahun.

Mary ingin gadis-gadis itu tahu bahwa satu-satunya tujuan mereka adalah membuatnya kaya. Gadis-gadis itu sering dipukuli jika tidak mengikuti perintah.

“Saat kami melakukan sesuatu yang membuatnya tidak senang, dia mencambuk punggung dan bahu kami dengan ujung gesper sabuk itu,” Inilah yang mereka tulis dalam buku mereka.

Ditolak di Amerika Serikat Karena Dianggap “Secara Medis Tidak Layak”

Ketika gadis-gadis itu berusia tiga tahun, Mary sudah membawa mereka ke Jerman dan Australia. Dia cukup sukses di sana tetapi menginginkan lebih, jadi dia mengarahkan pandangannya ke AS.

Pada tahun 1915, ketika gadis-gadis itu berusia delapan tahun, Mary membawa mereka ke San Francisco. Awalnya, mereka ditolak masuk dengan alasan “tidak sehat secara medis”. Mary yang mana adalah seorang wanita cerdas, lalu melibatkan media lokal dan saat itulah otoritas terkait mengizinkan mereka masuk ke Amerika.

Mereka yang Menjaga Mereka Adalah “Pemilik” Mereka

(Foto: WikiMedia Commons)

Ketika Maty meninggal, Edith, putrinya menjadi wali resmi si kembar. Dia bersama suaminya, Myer Myers, merawat mereka.

Myers adalah seorang pedangan di Australia. Gadis-gadis itu menyebut Edith dan Myers sebagai pemiliknya. Pasangan itu selalu memerhatikan si kembar. Mereka semua tidur di kamar yang sama karena mereka takut seseorang akan menculik si kembar.

(Foto: Gambar Wellcome / Wikimedia Commons / Domain Publik)

Tinggal bersama keluarga Myers seperti tinggal di sel penjara untuk Daisy dan Violet. Si kembar dipaksa berlatih aksi vaudeville mereka, termasuk bermain biola dan saksofon selama beberapa jam. Jika mereka tidak mendengarkan, mereka disiksa. Myers juga mengancam akan mengirim mereka ke lembaga khusus jika mereka mencoba melarikan diri.

Gadis-gadis itu Menghasilkan Ribuan Tapi Tidak Pernah Menerima Satu Sen pun

(Foto: Gambar Wellcome / Wikimedia Commons / Domain Publik)

Pada 1920-an, ketika si kembar beranjak remaja, mereka mulai menghasilkan banyak uang. Mereka bekerja sama dengan legenda seperti Bob Hope dan Charlie Chaplin. Pada satu titik, mereka menghasilkan lebih dari 5000 dollar seminggu yang merupakan jumlah yang sangat besar saat itu. Tapi sayangnya mereka tidak pernah mendapatkannya. Keluarga Myers mengambil semuanya dan si kembar tidak diizinkan mendapatkan uang yang mereka peroleh sendiri.

Illusionist Harry Houdini Mengubah Hidup Mereka

(Foto: Gambar Wellcome / Wikimedia Commons / Domain Publik)

Harry Houdini, ilusionis yang terkenal saat itu sangat tertarik untuk membantu gadis-gadis itu dan memberitahu mereka untuk lebih memahami tentang situasi mereka.

Si kembar tidak menyadari betapa terkenalnya mereka. Mereka akhirnya menyewa pengacara Martin Arnold atas saran Houdini. Arnold membantu si kembar berusia 21 tahun itu bebas dari Myers. Pada tahun 1931, Daisy dan Violet akhirnya bebas dan dianugerahi 100.000 dollar.

Tidak Ada Akta Nikah Karena Itu Akan Menjadi Tidak Bermoral

( Foto: Wellcome Collection)

Dunia terbuka untuk si kembar setelah bebas. Artinya terdapat kemungkinan untuk asmara dan hubungan seksual. Tetapi itu juga berarti bahwa jika seorang saudara perempuan itu mempunyai kekasih, saudara perempuan yang lain juga harus berada di sisinya. Itu sangat canggung.

Violet pernah berkata, : “saya cukup membalikkan badan, membaca buku dan makan apel.”

Pada satu titik, kedua saudara perempuan itu menikah tetapi pada waktu yang berbeda.

Violet ditolak surat nikahnya di 21 negara bagian ketika dia ingin menikahi seorang musisi. Itu dianggap “tidak bermoral dan tidak senonoh.” Tapi akhirnya, si kembar menikah. Namun, pernikahan mereka tidak berhasil dan tidak berlangsung lama.

Film “Freaks” dan Otobiografinya

(Foto: MGM / Wikimedia Commons / Domain Publik)

Gadis-gadis itu muncul dalam film 1932 Freaks yang disutradarai oleh Tod Browning. Film itu mendongkrak ketenaran mereka. Mereka menerbitkan otobiografinya The Lives and Loves of the Hilton Sisters pada tahun 1942.

Di satu tempat, Daisy menulis,:

“Kami [adalah] gadis-gadis kaya kesepian yang kala itu benar-benar miskin saat hidup dalam praktek perbudakan

Dia lebih lanjut menambahkan, “

“Saya bukan mesin; Saya seorang wanita. Saya juga memiliki hak untuk hidup seperti itu.”

Mereka Memiliki Masalah Keuangan di Kemudian Hari

(Foto: Variety)

Saat si kembar bertambah tua, mereka berjuang secara finansial. Pada tahun 1951, mereka membuat film tentang kehidupan mereka yang berjudul Chained for Life.

Beberapa tahun kemudian, mereka membuka kedai hot dog. Penjual hot dog lain yang bekerja di dekat stand mereka kesal karena dia berpikir si kembar akan menjatuhkan bisnis mereka. Namun pada akhirnya, si kembar gagal.

Manajer tur mereka berhenti pada tahun 1961 karena ketenaran mereka memudar. Mereka akhirnya bekerja di toko kelontong sebagai kasir. Pemilik toko merancang counter khusus untuk mereka agar mereka bisa bekerja sama.

Daisy Meninggal Beberapa Hari Sebelum Violet

(Foto: Atlas Obscura)

Si kembar berumur panjang dengan menentang segala rintangan. Suatu hari di bulan Januari 1969, mereka tidak muncul di tempat kerja. Pihak berwenang pergi ke rumah mereka di Charlotte, North Carolina, untuk memeriksa apakah semuanya baik-baik saja.

Mereka sudah meninggal. Laporan medis menunjukkan bahwa Daisy meninggal lebih dulu, dan Violet beberapa hari kemudian.

Keduanya meninggal karena flu. Para dokter percaya bahwa penyakit violeh sudah parah dan tidak dapat meminta pertolongan. Si kembar meninggal pada usia enam puluh tahun dan dimakamkan di Forest Lawn West Cemetery di Charlotte. (lidya/yn)

Sumber: medium

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular