Erabaru.net. Ini adalah kisah tentang seorang anak laki-lak yang baru berusia 5 tahun namun memiliki nasib yang buruk. Ayahnya pergi dan tak berapa lama kemudian ibunya juga pergi meninggalkannya. Anak laki-laki itu tinggal sendirian selama lebih dari sepuluh hari. Bagaimana ini bisa terjadi ?

Ketika lapar, dia akan meniru ibunya saat memasak dengan memasukkan nasi ke dalam panci dan menaruh air di atasnya hingga mendidih. Namun, karena belum berpengalaman, nasi yang dia masak selalu setengah matang.

Anak laki-laki kecil yang lapar itu mengabaikan nasi yang belum matang dan tetap memakannya walau masih panas. Dia mengambil sendok dan mengambil nasi lalu memasukkannya ke dalam mulutnya setelah meniupnya beberapa saat.

Setelah diselidiki, ternyata sang ibu berbohong kepada anak itu. Anak tersebut biasa akan mengikuti kemanapun ibunya pergi. Suatu hari ibunya mengatakan kepadanya akan mencari uang ke luar kota untuk membelikannya mainan, dan akan segera kembali. Anak itu percaya dan kali ini tidak ikut ibunya.

Tanpa diduga, setelah dua hari, ibunya tidak kembali. Sekarang ibunya telah pergi selama lebih dari sepuluh hari, dan anak kecil itu sering menangis keras memanggil ibunya di tengah malam.

Tetangga yang kasihan ingin mengirimnya ke kerabat. Ada juga orang yang bersedia mengadopsi anak itu. Namun, anak kecil itu selalu menolak. Dia berkata bahwa ibunya akan sedih jika tidak menemukannya, jadi dia harus menunggu ibunya kembali.

Mendengar kalimat ini, semua tetangga di sekitar pun tidak kuasa menahan air matanya!

Ternyata anak itu tetap bertahan menunggu ibunya kembali. Orang-orang di desa berpikir bahwa ibunya tidak menginginkannya lagi, tetapi anak laki-laki itu masih berpikir bahwa ibunya pergi ke luar untuk mencari uang dan dia pasti akan kembali.

Ketika dia lapar, dia akan memasak nasi sendiri. Dia juga akan mencuci piring setelah makan seperti yang dilakukan oleh ibunya.

Kehidupannya yang seperti ini berlangsung selama setengah bulan, dan beras keluarga juga hampir habis. Para tetangga sering memberikan bantuan kepada anak itu tetapi anak laki-laki itu masih menunggu ibunya.

“Ibu pergi mencari uang untuk membeli mainan,” katanya.

Penduduk setempat benar-benar sangat tertekan namun tidak bisa berbuat banyak.

Sungguh kisah yang sangat memilukan!(lidya/yn)

Sumber: starnews19

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular