Erabaru.net. Panjang umur adalah dambaan semua orang, ini tidak perlu diragukan lagi, tetapi tidak semudah itu untuk mencapainya. Seorang ahli menyarankan orang yang ingin mencapai tujuan tersebut bersedia mengembangkan 4 kebiasaan dasar yang baik ini dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan apa yang dimaksud?

Andrew Steele, seorang ahli biologi komputasi di London,Inggris dalam buku barunya yang berjudul ‘The New Science of Getting Older Without Getting Old’ (Mendapatkan Umur Panjang dari Metode Ilmiah Baru) menyinggung soal keinginan orang untuk mengendalikan proses penuaan jauh lebih besar daripada yang mereka sadari.

Ia berpendapat bahwa, kesehatan dan umur panjang berkaitan erat dengan kebiasaan sehari-hari seseorang, apa yang kita lakukan hari ini dapat mempengaruhi kesehatan kita di tahun-tahun mendatang.

Steele menunjukkan beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, osteoporosis, diabetes, dan bahkan terhadap jenis penyakit kanker tertentu.

Dia memberikan 4 saran ketika tampil pada bincang-bincang di acara “Today” di Amerika Serikat. Ia mengharapkan masyarakat dapat mengembangkan kebiasaan ini untuk membantu memperpanjang usia fisik.

(Foto: Pixabay)

Melakukan latihan fisik setidaknya selama 30 menit setiap hari

Dengan demikian kita membantu menjaga kesehatan tulang, otot, dan persendian, sekaligus membantu mengurangi risiko diabetes, tekanan darah tinggi, kanker usus besar, dan osteoporosis.

“Bahkan jika kita berjalan 10 menit setiap harinya, itu juga sangat membantu meningkatkan kesehatan,” kata Steele.

Waktu tidur yang cukup

(Foto: Unsplash)

Sebuah penelitian terhadap hampir 40.000 orang menunjukkan bahwa orang di bawah usia 65 tahun yang waktu tidurnya rata-rata kurang dari 5 jam sehari memiliki peluang kematian 52% lebih tinggi daripada mereka yang waktu tidurnya rata-rata sekitar 7 jam sehari.

Steele dalam laporan penelitiannya menekankan pentingnya untuk tidur selama 7 hingga 8 jam sehari malam. Dia percaya bahwa ketika seseorang memperoleh waktu tidur yang cukup setiap malamnya, itu akan sangat membantu menjaga agar dari fungsi sistem kardiovaskular sampai ke otak berada dalam kondisi yang terbaik.

Kurangi mengonsumsi daging tetapi lebih banyak sayuran

(Foto: Unsplash)

Pola makan nabati kaya akan nutrisi penting yang dapat mencegah diabetes, obesitas, penyakit kanker, dan jantung, sehingga membantu memperpanjang usia.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association, disebutkan bahwa mengadopsi diet ini juga dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas kardiovaskular.

“Secara umum, pola makan nabati lebih sehat dan memungkinkan kita hidup lebih lama,” kata Steele.

Menjaga kesehatan mulut

Rongga mulut merupakan saluran masuknya sejumlah besar mikroorganisme ke dalam tubuh, dan mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan infeksi pada organ tubuh.

Mikroorganisme ini biasanya berhubungan dengan penyakit gusi, kerusakan gigi dan abses mulut. Jika penyakit gigi jenis ini tidak diobati, mikroorganisme akan menyebar ke seluruh tubuh melalui saluran pencernaan atau darah.

Menurut situs web para dokter gigi ‘Smile Solutions’, dalam kasus terburuk, peradangan yang terkait dengan penyakit periodontal pada gilirannya dapat meningkatkan peradangan sistemik, termasuk penyakit seperti osteoporosis, yang semuanya terkait dengan kehilangan tulang periodontal. Hal mana juga dapat menyebabkan terjadinya rheumatoid arthritis setelah jaringan ikat hancur, itu mirip dengan degenerasi jaringan yang ditemukan pada penyakit gusi.

‘Smile Solutions’ percaya bahwa penyakit gusi dapat meningkatkan risiko tentang kontrol gula darah, sehingga meningkatkan kejadian diabetes, dan peradangan kronis yang ditemukan pada penyakit gusi juga terkait dengan masalah kardiovaskular, seperti penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah, dan stroke.(sin/yn)

Sumber: .epochtimes

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular