oleh Li Zhaoxi

Banyak proyek yang dibangun dengan kualitas rendah di daratan Tiongkok telah menyebabkan penderitaan bagi masyarakat. Sekarang giliran warga sipil di Pakistan yang dapat merasakan suasana yang dialami banyak warga sipil Tiongkok. Pada  Senin 19 Juli, setelah hujan lebat berhenti, plafon di Bandara Internasional Islamabad yang merupakan bagian dari pekerjaan kontraktor besar komunis Tiongkok tiba-tiba runtuh. 

Media Pakistan ‘Dawn’ memberitakan, sebagian dari langit – langit dalam gedung Bandara Internasional Islamabad, runtuh akibat kewalahan menahan beban hujan yang turun dengan deras. Para staf bandara yang tak berdaya terpaksa berdiri berhimpitan di bagian plafon yang tidak ambrol.

Video adegan kejadian tersebut telah menjadi berita viral di media sosial, terlihat dengan jelas langit-langit di atas beberapa loket layanan seperti Loket Imigrasi telah “hilang”, dan air hujan turun dari sana. Menyebabkan komputer dan peralatan lain di konter servis tidak berfungsi. 

Namun, pejabat Pakistan mengatakan bahwa operasi bandara masih berlangsung, pekerjaan tetap berjalan seperti biasa. Mereka juga menambahkan bahwa pekerjaan perbaikan sedang dilakukan dan akan segera selesai. 

Pada saat yang sama, para pejabat menyatakan harapan bahwa insiden seperti itu tidak akan terjadi lagi. Namun tampaknya sulit, karena Bandara Islamabad yang tampaknya megah itu tidak hanya sekali mengalami kerusakan karena hujan.

Saat hujan deras pada  Agustus 2020, sebagian besar plafon palsu di aula keberangkatan Bandara Internasional Islamabad juga runtuh akibat hujan. 

Rekaman video yang beredar saat itu sempat membuat heboh. Saat itu, kondisi bocor di aula itu sangat parah sehingga para penumpang terpaksa berjalan di lantai dalam gedung yang penuh genangan air.

Pengguna Twitter Pakistan mengecam politisi, mencaci-maki kualitas infrastruktur yang buruk.

Bandara Internasional Islamabad adalah bandara terbesar di Pakistan. Perencanaan tahap pertama dari pembangunan bandara tersebut adalah untuk memberikan kenyamanan kepada 15 juta penumpang setiap tahunnya. 

Gedung bandara yang pembangunannya ditangani oleh perusahaan China Construction Engineering Corporation (CSCEC), salah satu perusahaan konstruksi milik negara terbesar di Tiongkok. Sudah berulang kali mengalami kejadian seperti runtuhnya plafon palsu, saluran pembuangan air bawah tanah tersumbat, munculnya bau busuk dalam ruangan kantor dan lainnya dalam waktu 7 bulan setelah pembangunan selesai. 

Orang luar berkomentar bahwa proyek One Belt One Road (OBOR) yang dicanangkan oleh pemerintah komunis Tiongkok, dapat ikut mendorong pembangunan ekonomi negara-negara berkembang, yang sesungguhnya adalah bertujuan untuk meningkatkan pengaruh geopolitik pemerintah komunis Tiongkok.

Pamor dari Koridor Ekonomi komunis Tiongkok – Pakistan secara bertahap sedang meredup, sebagian alasannya adalah karena maraknya korupsi di Pakistan dan lingkungan politik yang bergejolak. Selain itu, investasi pemerintah komunis Tiongkok di Pakistan juga terus menurun dari tahun ke tahun. Dukungan dana yang dijanjikan rezim Beijing kepada Pakistan adalah EUR. 882 miliar. 

Menurut data yang dikumpulkan oleh China Global Investment Tracker, bahwa sejak janji itu dikeluarkan pada tahun 2013, hingga tahun 2019, Beijing baru menginvestasikan sekitar EUR. 644 miliar, dan investasi pada tahun 2019 adalah EUR. 77 miliar, dan tahun 2020 bahkan lebih rendah lagi, yakni hanya EUR. 66 miliar. (sin)

 

Share

Video Popular