Erabaru.net. Dalam insiden pelecehan hewan di Kabupaten Changhua, Taiwan, seekor anjing hitam mulutnya diikat dan dipukuli oleh pemiliknya. Setelah video pelecehan itu diungkap, netizens marah dan berteriak Ingin mencari orang yang bertanggung jawab.

Orang yang baik hati, Shao Baihu dan petugas dari Biro Pencegahan Epidemi Hewan Kabupaten Changhua tiba untuk menyelamatkan anjing malang ini. Saat mereka sampai di tempat kejadian, anjing itu gemetaran di bawah tempat tidur, dan masih ada lem di mulutnya.

Dalam klip, anjing hitam mulutnya diikat dengan selotip dan tubuhnya direkatkan di tiang dengan lakban. Anjing itu juga dipukuli oleh pemiliknya yang kejam. Karena mulutnya diikat, dia tidak bisa membuka mulutnya dan hanya bisa membuat jeritan samar.

Pria yang kejam itu memberikan video penganiayaan anjing kepada adiknya, dia bahkan tertawa.

Setelah video itu dipublikasikan, itu menyebabkan kemarahan publik dan polisi pun dihubungi.

Shao Baihu, ketua Asosiasi TNVR untuk Kucing dan Anjing, juga menerima pemberitahuan dan bergegas ke tempat kejadian bersama Huang, staf Epidemi Hewan Kabupaten Changhua.

Ketika anjing hitam kecil itu melihat orang asing, dia sangat ketakutan dan segera bersembunyi di bawah tempat tidur, bahkan masih ada pita perekat yang menempel di wajahnya.

Personil Lembaga Pencegahan Epidemi Hewan Kabupaten Changhua menunjukkan bahwa pelaku tidak ada di rumah ketika dia tiba di tempat kejadian.

Anak anjing itu berusia sekitar 4-6 bulan. Saat itu, dia sangat takut terhadap manusia dan bersembunyi di bawah tempat tidur dan tidak berani keluar. Kemudian dia membawanya ke dalam mobil.

Setelah melakukan pemeriksaan, tidak ada cedera yang jelas dari luar. Mereka akan terus melakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut dan akan dikirim ke tempat penampungan untuk diadopsi oleh keluarga baru.

Setelah itu, mereka juga akan mengirim surat kepada pelaku untuk memintanya datang ke kantornya untuk dimintai keterangannya.

Kantor Pencegahan Epidemi Hewan Kabupaten Changhua menyatakan bahwa dari sudut pandang video, pelaku dengan sengaja sudah melukai dan menyiksa hewan, itu sudah melanggar Pasal 30 Undang-Undang Perlindungan Hewan, dan akan dikenakan denda 15.000 dollar Taiwan (sekitar Rp 168 juta). (lidya/yn)

Sumber: pets.ettoday

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular