Erabaru.net. Setiap anak pasti memiliki sisi keras mereka, baik itu terbentuk karena perlakuan teman-teman sekolah atau orangtuanya di rumah.

Hari ini saya akan membagikan sebuah kisah tentang Ping Ing, dia adalah anak perempuan berusia 16 tahun. Dia tidak mengenal ayahnya dan ibunya sejak dia berumur 2 tahun. Dia dibesarkan oleh kakek dan nenek serta pamannya. Ketika dia berusia 14 tahun, neneknya meninggal karena sakit parah.

 

Pamannya selalu memukulnya dan kakeknya adalah sosok yang tak peduli. Setiap kali dia mengatakan kepada kakeknya bahwa pamannya memukulinya, kakeknya tidak peduli seolah-olah takut kepada pamannya. Mungkin karena kakek berpikir paman dapat mendukungnya jika dia sudah tua. Semua ini terus terjadi dalam kehidupan Ping Ing.

Suatu hari, Ping Ing sedang mengerjakan pekerjaan rumah dan harus menggunakan komputer. Dia menemukan situs porno yang dibuka pamannya. Sebagai anak yang masih polos, dia melapor ke kakeknya. Kakek selalu berkata bahwa paman sudah dewasa, namun, itu tidak pantas dilihat anak di bawah umur dan paman menggunakan komputernya.

Setiap kali Ping Ing pergi ke pertemuan keluarga, semua orang menghakiminya, mengatakan bahwa neneknya meninggal karena ulahnya, bahwa dia tidak berbakti dan tidak bisa berbuat apa-apa. Semua orang mengatakan Ping Ing tidak patuh dan hanya bisa menghabiskan uang,dan pamannya selalu dipuji.

 

Setelah itu, dia selalu tidak datang dalam pertemuan keluarga. Sampai kali salah satu kerabat bertanya mengapa dia tidak pernah ikut dan bertanya : “Apakah kamu tidak ikut karena mereka mengatakan nenek meninggal karenamu ?”

Dia menjawab : “Saya tidak membantah jika mereka mengatakan nenek meninggal karena saya, mungkin saya memang kurang memperhatikan nenek. Tetapi yang saya pertanyakan adalah mengapa mereka hanya menghakimi diri saya sendiri, mengapa tidak ada yang menghakimi paman ? Mengapa selalu saya sendiri yang harus disalahkan ? mereka tidak bersikap adil. “

Ternyata Ping Ing hanya menginginkan diperlakukan adil. Dia tidak tahan dengan sikap kerabat yang hanya menyalahkan dirinya sendiri. Dia menganggap mereka pilih kasih. Apalagi Ping Ing masih belia, tentu hal ini dapat menjadikannya pribadi yang buruk ketika ia dewasa.

Pola hubungan keluarga sangat penting. Saat anak masih kecil, baik itu 2 anak, 3 anak, bahkan 8 anak, perlakukan semuanya dengan adil, semua anak adalah sama terlepas dari umurnya dan kondisinya. Jika ada yang melakukan kesalahan, sebagai orangtua berhak menegurnya. (lidya/yn)

Sumber: quwenshare

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular