Erabaru.net. Jepang, dikenal dengan julukkan Negeri Matahari Terbit, selain itu, Jepang juga dikenal dengan Negara Sakura. Negara ini terdiri dari empat pulau besar dan ribuan pulau kecil. Garis pantainya panjang dan berliku-liku, adalah satu dari negara tujuan wisata di dunia.

Semua orang tidak asing dengan Jepang. Jika Anda telah melihat banyak serial TV Jepang, Anda pasti telah menemukan banyak detail.

Dalam sebagian besar adegan dalam drama Jepang, orang Jepang suka duduk di lantau, dan bahkan mereka juga suka tidur di lantai. Untuk gaya hidup seperti ini, orang tidak bisa tidak bertanya-tanya: Mengapa orang Jepang suka tidur di lantai? Bukankah itu kotor dan membuat tulang sakit ?

Dihadapkan dengan cara tidur yang begitu unik, banyak orang yang tidak bisa memahaminya. Saat ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju, sudah terdapat berbagai macam tempat tidur, yang tidak hanya dapat dilipat, tetapi juga dapat memijat, mengapa mereka tidak membeli tempat tidur? Penduduk setempat dengan enggan berkata: Kami tidak punya pilihan selain tidur seperti ini, ini adalah yang terbaik.

Faktanya, lantai di Jepang bukanlah “lantai” dalam imajinasi kita, tetapi tikar tatami, jadi tidak akan menimbulkan masalah seperti lembab atau masuk angin.

Jadi, alasan mengapa orang Jepang suka tidur “di lantai” adalah:

Pertama, demi keamanan. Kita tahu bahwa Jepang adalah negara kepulauan dan terletak di daerah rawan gempa bumi dan gunung berapi.

Jika Anda tidur di tempat tidur, Anda tidak hanya tidak punya banyak waktu untuk melarikan diri, tetapi Anda juga tidak akan merasakan dengan jelas getaran yang terjadi saat gempa.

Jika Anda tidur di lantai, Anda dapat dengan jelas merasakan gempa, yang membuat orang mudah untuk melarikan diri tepat waktu.

Bagi orang Jepang, gempa bumi adalah hal yang biasa, ketika gempa datang, pertimbangan pertama adalah melarikan diri.

Kedua, orang Jepang mengalami penuaan yang serius, dan populasinya telah menurun selama 9 tahun berturut-turut.

Menurut statistik pada tahun 2019, ada 36 juta orang berusia di atas 65 tahun di Jepang, terhitung hampir 29% dari total populasi Jepang. Karena banyaknya jumlah lansia di Jepang, orang lebih memperhatikan kesehatan.

Meskipun lantai agak keras, tetapi tidur untuk waktu yang lama dapat meningkatkan kekuatan tulang, lebih kondusif untuk kesehatan yang baik , jadi ini adalah pilihan yang baik. Dan yang paling penting adalah biaya tidur di lantai sangat rendah, yang jauh lebih hemat biaya daripada membeli tempat tidur.

Ketiga, Jepang merupakan negara kepulauan dengan luas daratan yang kecil, terutama di beberapa kota besar, di mana daratan dapat digambarkan sebagai “satu inci tanah”. Oleh karena itu, dalam mendekorasi rumah, orang Jepang sangat memperhatikan penghematan ruang.

Jika Anda meletakkan tempat tidur ganda lebih dari dua meter di dalam ruangan, pada dasarnya tidak ada ruang lain, meja serta lemari akan menjadi tidak muat untuk ditempatkan. Jika Anda tidur di lantai, Anda dapat menyimpan alas tempat tidur di siang hari, meninggalkan banyak ruang untuk makan atau menjamu tamu.

Tentunya, selain tiga alasan yang disebutkan di atas, ada hal lain yang mempengaruhi kebiasaan ini, yaitu karena adat setempat.

Hampir setiap bangsa memiliki budaya dan adat istiadatnya masing-masing , yang sedikit banyak akan mempengaruhi gaya hidup dan kebiasaan.

Bagi kita, kita sudah terbiasa dengan tempat tidur, jika Anda tidur di atas tikar tatami seperti orang Jepang, mungkin Anda tidak akan tahan untuk sementara waktu. (lidya/yn)

Sumber: homenews11

Video Rekomendasi:

Share
Kategori: SERBA SERBI

Video Popular