Erabaru.net. Seorang pria tua, Zhou Mingchun memiliki sepasang anak. Istrinya sudah meninggal 10 tahun yang lalu. Zhou Mingchun bekerja keras untuk membesarkan kedua anaknya. Namun, pria tua itu memiliki sikap yang berbeda terhadap kedua anaknya. Dia selalu memarahi putrinya dan memanjakan putranya, membuat putrinya bahkan berpikir bahwa dia bukan anak kandungnya.

Suatu hari, Zhou Mingchun mengalami pendarahan otak dan menjadi lumpuh. Karena kelumpuhan itu, dia tidak bisa mengurus dirinya sendiri.

Dia selalu ingin putranya yang bekerja di luar kota kembali untuk merawatnya, tetapi putranya mengatakan dia sibuk dengan pekerjaannya dan tidak bisa merawatnya. Tetapi, putrinya yang mendengar kabar tersebut dengan cepat pulang untuk merawat ayahnya. Putrinya merasa bahwa meskipun ayahnya tidak mencintai dirinya sendiri, dia tetap adalah ayahnya.

Putrinya merawat Zhou Mingchun dengan sangat telaten dan penuh kesabaran. Semua warga setempat memuji Zhou Mingchun karena memiliki anak perempuan yang berbakti. Namun, Zhou Mingchun, masih merindukan putranya untuk pulang dan menjenguknya, karena dia sangat mencintai putranya. Tetapi putranya tidak kunjung kembali menemui ayahnya, dia selalu menggunakan pekerjaan sebagai alasan setiap kali Zhou Mingchun memintanya pulang.

Pada tahun kedua, Zhou Mingchun didiagnosis menderita kanker yang tidak dapat disembuhkan lagi, putranya tahu bahwa ayahnya tak lama lagi akan meninggal dan dia kembali untuk mengurus warisan.

Zhou Mingchun tahu bahwa putranya kembali hanya untuk mendapat harta keluarga. Zhou Mingchun memberi putranya kartu ATM berisi uang sebesar 500.000 yuan, berharap putranya dapat mengucapkan kata perpisahan.

Tak disangka, setelah menerima uang putranya pergi tanpa jejak. Zhou Mingchun akhirnya sadar bahwa Putra yang sangat dia cintai ternyata tidak berbakti kepadanya dan justru putrinya yang setia merawatnya.

Tidak lama kemudian, Zhou Mingchun meninggal. Setelah menyelesaikan pemakaman, putrinya menemukan sepasang sarung tangan di buku harian Zhou Mingchun saat membereskan kamarnya.

Dia membuka sarung tangan dan menemukan secarik kertas yang berisi sebuah catatan. Dalam catatan itu berbunyi: “Putriku yang baik, ayah telah sangat keras kepadamu dari kecil, tetapi ayah tidak menyangka kamu akan merawat ayah ketika ayah sudah tua, dan ketika kakakmu kembali, ayah berpikir bahwa dia dapat menghormati ayah namun ayah tidak menyangka bahwa dia pulang hanya untuk mengambil uang. Pada akhirnya, kamu masih merawat ayah, ini kartu bank dengan uang 1 juta yuan dan sertifikat rumah ambil dan jagalah dirimu. Tertanda, Ayah.”

Pria tua itu memanjakan putranya dan sangat mencintainya, pada akhirnya kebenaran yang terungkap sungguh menyedihkan.(lidya/yn)

Sumber: mnewsc

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular